oleh

Kebakaran Lahan di Sampit Semakin Parah, Banyak Pelaku Pembakaran Belum Terungkap

SAMPIT– Kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur, Sampit Rabu (11/9) baik itu diruas Jalan Sudirman, Jalan Cilik Riwut dan Jalan HM.Arsyad sampai kecamatan Teluk Sampit, titik api semakin hari semakin parah dengan produksi asap tebal membuat pengguna Jalan tersebut  sesak napas.

Untuk wilayah Jalan Sudirman saja kebakaran lahan hampir mendekati pemukiman rumah warga, petugas pemadam dari BPBD, Kotim berusaha keras sampai malam memadamkan api. Usaha pemadaman lahan sempat terkendala oleh pengambilan air untuk mengisi tangki cukup jauh dari tempat terjadinya kebakaran.

Sedang untuk di Jalan Cilik Riwut kebakaran lahan tepat dipinggir Jalan yang dilewati padat kendaraan, dari infomasi yang di dapat kinfobanua Sampit, menyebutkan ada pengendara roda dua yang tidak tahan dengan bau asap tebal mengalami kecelakaan. Namun untung saja dari kejadian tersebut pengendara tidak mengalami cedera serius, sedangkan sepeda motor yang ditungganginya juga tidak mengalami kerusakan yang berarti.

Muhdin warga Jalan Sudirman Km 65 dirinya melihat sebelum lahan kebakar parah, ada melihat dibelakang warung di Km 3,5  tepatnya depan kantor Samsat Sampit api muncul. Ketika itu dirinya sedang mengisi minyak kendaraannya, dalam waktu singkat tidak begitu lama api membesar menuju warung tepat dia mengisi minyak.

Warga sekitar langsung berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun karena api cukup besar warga mundur akibat panasnya api. Tidak begitu lam juga mobil pemadam kebakaran datang, api semakin meluas membakar lahan dibelakang warung tadi. Dengan padatnya kendaraan lalu lalang lewat, mobil pemadam kebakaran cukup kesulitan mengambil air akibat pengguna jalan tidak memberikan ruang jalan mobil pemadam kebakaran.

“Saya heran kepada sopir truk di Sampit ini, sudah jelas sarene mobil pemadam kebakaran mau lewat mereka tidak mau minggir malah menghalangi jalan.” Ujar Muhdin yang juga jengkel melihat sopir truk tersebut.

Sampai  berita ini diturunkan, usaha pemadaman lahan yang terbakar terus saja dilakukan oleh petugas. Kabut asap makin pekat, bau asap membuat pernapasan para pengendara sesak,  perut terasa mual dan mata perih tidak heran kalau pengendara terlihat seperti orang baru menangis matanya berair akibat asap tebal ini.

Nal/IB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed