oleh

Wakapolri Supervisi Penanggulangan Karhutla di Kalsel

BANJARBARU – Guna melihat langsung upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sudah dilakukan oleh Polda Kalsel dan polres jajarannya. Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto melakukan kunjungan kerja Kalsel, Kamis (12/09).

Kedatangan orang nomor dua di Mabes Polri ini disambut langsung Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani dan Pejabat Utama Polda Kalsel.

Menurut Waka Polri yang pernah dinas di Polda Kalsel ini, pihaknya bersama tim melaksanakan tugas dari pimpinan supervisi untuk melaksanakan pengecekan bagaimana pelaksanaan dari pemadaman kebakaran lahan dan hutan sebagaimana perintah dari Bapak Presiden.

“Provinsi Kalsel salah satu daerah operasi Mabes Polri bersama dengan TNI serta instansi terkait untuk pencegahan dan pemadaman,” katanya.

Kata jenderal bintang tiga ini, menurut hasil laporannya wilayah Kalsel memang ada kabut asap yang diakibatkan karhutla. Bahkan, wakapolri melihat pemantauan lewat  udara ada kabut asap tebal turut menyelimuti kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Kota Banjarbaru.

“Kami sudah melihat utuk memantau lewat udara, memang ada asap di sekitar bandara dan asap yang ada di sekitarnya berasal dari luar daerah bandara,” katanya.

 

Menurut Wakapolri, pihaknya terus melakukan upaya pemadaman agar tak ada lagi asap di Kalsel dan wilayah lainnya. “Saat ini yang perlu dipikirkan adalah dengan jumlah personel dari TNI, polri, BNPB, dan pemadam kebakaran diharapkan mampu memadamkan api,” tegasnya.

Jenderal Ari Dono menegaskan, para personel saat ini dihadapkan dengan kondisi lahan yang ada terbakar. Untuk itu, upaya yang harus dilakukan terus meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan upaya pencegahan. Mulai dari Dinas Pertanian, agar supaya masyarakat memiliki pemahaman ketika bertani jangan membakar lahan.

“Karhutla ada ditemukan di Riau, Sumsel, Kalbar, Kalteng termasuk di Kalsel sendiri. Bahkan spot di Kalsel juga cukup banyak, akan  tetapi spot tersebut bukan berasal dari lahan milik masyarakat,” katanya.

 

Polda Kalsl sudah menangkap 5 tersangka dan sebanyak 4 orang sudah ditahan. “Kami berharap kasus pelaku pembakaran ini diberitakan, karena pelaku pembakaran ada sanksi hukum. Hal ini perlu diketahui agar masyarakat sadar dan jangan melakukan pelanggaran,”katanya.

 

yanuar/febri

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed