oleh

Festival Ekonomi Syariah Diproyeksikan Raup Business Matching Rp2 Triliun Lebih

BANJARMASIN –Bank Indonesia mematok target dari kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) di Banjarmasin yang digelar 12-14 melampuai angka Rpi,7 triliun.

Pasalnya, FESyar yang mengusung tema ‘Bergerak bersama ekonomi syariah’ yang menjadi triger untuk bisnis yang menerapkan prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah di Balikpapan saja sudah mampu menghasikan Rp1,7 triliun.

“FESyar Balikpapan 2018 yang menelorkan kesepakan business matching mampu mencapai di Rp1,7 triliun. Dimana nilai paling tinggi dihasilkan oleh Koperasi NU dengan nilai Rp1,1 triliun. Kami optimis Fesyar Banjarmasin bisa melampuai angka di Fesyar Balikpapan,” kataKepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Selatan, Herawanto,Kamis(12/9).

Kata Herawanto, ekonomi dan keuangan syariah bukan suatu konsep yang secara eksklusif hanya ditujukan untuk umat Islam saja. Ekonomi dan keuangan syariah adalah suatu konsep yang inklusif. “Karena polanya secara aktif dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian. Dimana ekonomi syariah dinilai mampu menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, kebersamaan, dan keseimbangan, sebagaimana nilai-nilai kebajikan lainnya,” ujarnya.

Menurut Herawanti, Kalsel memiliki potensi yang besar bagi pengembangan perekonomian syariah–yang diyakini mampu menjadi salah sumber pertumbuhan ekonomi.  Dengan jumlah penduduk mayorita beragama Islam, kurang lebih 3,5 juta jiwa. Ditunjang 283 pondok pesantren, potensi pengembangan ekonomi syariah menjadi sebuah harapan.

ida

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed