oleh

Tiga Anggota Dewan Pertanyakan Izin Amdal dan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah Proyek IPA PDAM MB.Ketapang

Sampit – Banyaknya warga sekitar pembangunan proyek Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM di Jalan Kembali, Kecamatan MB.Ketapang Kotim, yang melaporkan ke anggota dewan. Bahwa pengerjaan pembangunan proyek tersebut cukup mengganggu warga sekitar, seperti Jalan berdebu dan bisingnya bunyi mesin hingga larut malam.

Untuk menindaklanjuti laporan warga tersebut, tiga anggota DPRD Kotim, Selasa (17/9) turun kelapangan melihat pembangunan proyek IPA PDAM yang menelan dana sekitar 58 milyar itu.

Dari hasil tinjau lapangan ketiga dewan ini, Ir.S.P Lumban Gaol dari partai Demokrat mengatakan kepada infobanua Sampit, disini sepertinya ada kemoloran waktu pengerjaan proyek (keterlambatan). Sebab menurutnya dari mereka lihat jadwal dari awal pekerjaan sampai selesai sudah jelas ini, namun sayang menurutnya penjelasan dari orang dikantor tadi kurang memuaskan.

“Saya melihat disini sepertinya ada kejanggalan dan ada kepentingan dalam masalah pembangunan proyek IPA PDAM MB.Ketapang.”Tegas S.P Lumban Gaol yang berjanji akan terus mempelajari bagaimana aturan mainnya antara pemerintah daerah, PDAM Sampit dan pihak ketiga.

Yang lebih mengejutkan lagi ketiga anggota  dewan ini seperti yang disampaikan M.Abadi dari partai PKB ini, setelah melakukan peninjauan ada warga merasa terganggu dengan aktivitas pembangunan proyek ini. Menurut warga pengerjaan proyek yang dilakukan kontraktor hingga malam hari, ini tentunya sudah mengganggu  jam istirahat warga.

Selain terganggunya jam istirahat malam, warga juga dengan aktivitas lalu lalangnya kendaraan proyek yang melitas di depan rumah mereka, debu juga mengancam kesehatan warga sedangkan untuk kompisasi dari pembangunan proyek tidak ada.

“Disini saya patut dipertanyakan bagaimana izin Amdal dengan adanya  pembangunan proyek IPA PDAM MB.Ketapang, apa sudah mengantongi dan bagaimana izin yang lainnya dan bagaimana juga penyertaan modal dari pemerintah daerah.” Ujar M.Abadi yang dibenarkan oleh Nadie Enggon dari partai Golkar.

Dan ini juga  diperkuat dengan pengakuan warga Jalan Padat Karya Hasanah guru ngaji pembangunan proyek tepat disebelah tempat tinggalnya, ia mengatakan dengan adanya pembangunan proyek tersebut sangat mengganggu aktivitasnya sebagai guru ngaji.

“Terus terang saja saya sebagai guru ngaji mengaku terganggu sekali, apalagi pekerjaan ini sampai malam hari.”Ungkapnya sambil bertanya dimana untuk melaporkan seperti ini.

Ditempat terpisah Ketua Rt.10 Rw.3 Zabaria ditemui infobanua Sampit, dirumahnya mengakui memang pihak kontraktor ada melapor ada kegiatan pembangunan proyek IPA PDAM MB.Ketapang. Namun untuk masalah lain, baik itu izin Amdal dan lainnya dirinya tidak mengetahui.

“Untuk masalah izin terus terang saja, saya tidak mengetahui sementara ini juga warga tidak ada melapor kepada saya.”Jelasnya.

Nal/IB.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed