oleh

Kebun Percontohan Tanaman Sehat BPTPH Mendapat Kunjungan Ratusan Ahli Penyakit Tanaman Se Indonesia

BANJARBARU – Empat ratus lima puluh para ahli penyakit tanaman ,para dozen dari fakultas pertanian perguruan tinggi negeri seluruh Indonesia termasuk dua dozen dari Australia , yang menyelengggarakan Seminar dan kongres selama 3 hari di gedung rektorat Universitas Lambung Mangkurat di Banjarbaru,hari Rabu 18 September melakukan penelitian di kebun percontohan ramah lingkungan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan di kelurahan Loktabat Utara kota Banjarbaru.

Tanaman hortikultura ramah lingkungan yang dikelola Kelompok Tani Mekar Jaya Lestari dan Kelompok Wanita Tani Rezeki Kartini ,ada 3 komoditi yakni Melon,Tomat dan Cabe besar tanpa pestisida .Pupuk yang diterapkan pada tanaman hortikultura tersebut menggunakan pupuk hayati jenis trikocair,PGPR ,Trikokompos ,dan pestisida nabati,mol dan refugia atau tanaman berbunga sarang serangga musuh alami hama tanaman.

Menurut kepala Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultua (BPTPH) Kalimantan Selatan Ir.HM.Fauzi Noor ,MP ,tanaman percontohan yang dibina jajarannya adalah tanaman bebas pestisida sehingga aman konsumsi dan bergizi merupakan program Kementerian Pertanian yang menjadi starter menuju Indonesia sehat.Kelompok Wanita Tani Rezeki Kartini sudah memproduksi obat herbal dan jamu cair dan pouders serta cemilan /makanan ringan dari bahan biofarmaka dan buah-buahan yang ditanam Kelompok Tani dengan bahan baku dari rempah-rempah yang ditanam secara sehat dan alami .Keuntungan tanaman sehat ramah lingkunan selain menjamin untuk kesehatan konsumen ,juga dapat memperbaiki kondisi tanah karena cukup unsure hara .Kedepan Kelompok Tani dan KWT yang dibinanya akan dikembangkan ke bidang industri rumah tangga dengan bahan-bahan hasil pertanian sehat dan ramah lingkungan.

Ramah Lingkungan adalah tanaman bebas residu kimia atau bebas dari penggunaan pestisida yang membahayakan kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan.Hal ini menjadi penelitian alam /laboratorium terbuka bagi para ahli penyakit tanaman yang dijadikan sebagai penelitian para peserta Seminar dan Kongres ke 25, perhimpunan ahli proteksi atau penyakit tpengetahuan tambahan dapat dimanfaatkan pada perkuliahan di masing-0masing fakultas pertanian Universitas seluruh perguruan tinggi negeri se Indonesia dari Aceh sampai Papua.

Ayi Kuswana

Komentar

Tinggalkan Balasan

1 komentar

News Feed