oleh

DPRD Kotim Pertanyakan Dana Tanggap Darurat Bencana

foto : Beberapa anggota dewan mendapat penjelasan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sampit, Ir.M Yusuf di kantor BPBD. (nal/brt).

Sampit- Untuk meringankan para petugas pemadam kebakaran dilapangan dan membantu warga yang terimbas langsung akibat dari terbakarnya hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur,Sampit.

Dengan kejadian tersebut Senin (23/9) beberapa anggota dewan yang semuanya wajah baru merasa prihatin dan memberikan bantuan kepada Posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampit, berupa 39 Oxycan dan 6 kotak obat mata Rohto.

Bantuan langsung diterima oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Ir.M Yusuf di kantornya di Jalan Sudirman Sampit Pangkalan Bun Km.7. Dalam perbincangannya  diruang kantor BPBD Sampit, antara anggota dewan dan Ir.M Yusuf ada  beberapa faktor kesulitan di lapangan petugas memadamkan api.

Sebelumnya petugas kekurangan sumber air namun sekarang oleh Bupati Kotim mengintruksikan agar setiap dinas dan PBS untuk menyiapkan supply air dan itu sangat membantu sekali dalam menangani kebakaran hutan dan lahan.

Faktor yang sangat mendalam kesulitannya yaitu kebakaran lahan gambut, selain itu pula peralatan yang sekarang dimiliki masih belum memadai.

“Kesulitan kita sekarang ini, sebagaimana yang terlihat pada titik Hot spot di Sampit banyak sekali dan untuk menjangkau titik titik itu sangat jauh sekali.” Ujar Yusuf kepada para anggota dewan.

Dalam pertemuan itu pula para anggota dewan sempat mengutik soal dana tanggap darurat bencana di Kabupaten Kotawaringin Timur,Sampit. Mendengar dari penjelasan Kepala BPBD Sampit, mengaku dana tanggap darurat bencana sebenarnya ada sebesar Rp2 miliar.

Namun disebabkan dana tersebut lama tidak dipergunakan oleh pemerintah daerah diambil sekitar Rp1,2 miliar. Kini dana tersisa hanya Rp750 juta.

Dalam penggunaan dana  tanggap darurat bencana oleh pemerintah daerah, membuat pertanyaan para anggota dewan dan menurut mereka dana yang dipakai oleh pemerintah daerah tersebut penggunaannya tidak jelas.

Sebenarnya tambah mereka dana semacam itu jangan sampai diutak atik,sebab yang namanya bencana itu tidak tahu datangnya.

“Kalau dana itu sudah dianggarkan untuk dana tanggap darurat bencana sebaiknya jangan sampai dipergunakan dengan hal hal tidak jelas.” kata M.Abadi dan dibenarkan anggota dewan lainnya.

Nal/IB.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed