oleh

Bamsoet Ajak Mahasiswa yang Demo Dialog : Saya Siap 24 Jam

Mahasiswa kembali menggelar demonstrasi hari ini. Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan bersedia bertemu dengan para mahasiswa mumpung dirinya masih menjadi Ketua DPR.

“Ya kami siap 24 jam jika adik-adik mahasiswa ingin bertemu, mumpung saya masih Ketua DPR sampai jam 00.00 WIB ini. Saya persilakan dengan cara apapun saya siap menerima,” kata Bamsoet di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/9/2019).

Bamsoet mengatakan dirinya siap bertemu untuk berdialog dengan mahasiswa. Namun, ia ingin agar mahasiswa mau berdialog di dalam gedung DPR.

“Saya bersedia ke depan untuk berdialog. Tapi sebaiknya kalau mau berdialog di dalam supaya apa yang dibicarakan bisa saling mendengar. Takutnya nggak saling dengar malah saling salah memahami,” ujar Bamsoet.

“Jadi sebaiknya kita membuka ruang untuk berdialog apa yang diharapkan. Untuk penundaan sudah, sekarang apa lagi?” tanyanya.

rel/ila/dtk

Home Berita Daerah Jawa Timur Internasional Kolom Blak blakan Fokus Hoax Or Not Foto Most Popular Pro Kontra Suara Pembaca Infografis Video detikPemilu Indeks

Tapal Batas

detikPemilu

Home / detikNews / Berita

Senin 30 September 2019, 16:17 WIB

Bamsoet Ajak Mahasiswa yang Demo Dialog: Mumpung Saya Masih Ketua DPR

Nur Azizah Rizki Astuti – detikNews

Halaman 2 dari 2

Foto: Bambang Soesatyo (Bamsoet). (M Zhacky/detikcom).

Bamsoet mengatakan dirinya punya cara untuk meredam gejolak massa. Menurutnya, DPR bertanggung jawab untuk menjelaskan hasil kerjanya kepada publik.

“Ya kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjelaskan kepada publik hasil-hasil kerja kita, DPR, dalam rangka memberikan (fungsi) legislasi, pengawasan, dan anggaran,” ucapnya.

Seperti diketahui, aksi massa kembali digelar hari ini di gedung DPR. Ada sejumlah elemen massa yang berdemo dan membawa sejumlah aspirasi untuk diperjuangkan seperti menolak RUU Pertanahan yang sudah ditunda dan di-carry over ke periode mendatang.

Selain itu, Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI, Elang, mengatakan mahasiswa juga akan turun ke jalanan untuk menyuarakan sejumlah hal, salah satunya yang berkaitan dengan KPK. Elang menyebut mereka juga akan menyuarakan soal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (P-KS).

“Jadi kayak tuntutan RUU Pertanahan, untuk RKHUP sebenarnya juga kita melihat penundaan sudah cukup tapi idealnya di situ ada pencabutan draf dan dikaji ulang. Terus juga tuntutan terkait RUU lain juga nggak berubah,” kata Elang saat dihubungi, Senin (30/9).

Selain itu, mahasiswa juga akan menyampaikan solidaritas terhadap rekannya yang terluka maupun meninggal dalam aksi demonstrasi. Untuk diketahui, ada dua mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari yang tewas saat berdemonstrasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed