oleh

Program Serasi Dukung Pertumbuhan Produksi Padi

BANJARBARU – Kalimantan Selatan mulai tahun 2019 mengatur management pertanian menyambut ibukota baru di Kalimantan Timur, karena Kalsel  akan menjadi provinsi penyangga ekonomi terdepan. Karena itu dengan bergulirnya program selamatkan  rawa  sejahterakan petani (Serasi) yang dimulai pada masa tanam MH, bulan Oktober-Maret 2019 /2020  pada areal 250 ribu hektar  bisa melipat gandakan produksi padi dari 2,150 ribu ton menjadi 4 juta ton  tahun 2020.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura provinsi Kalimantan Selatan optimistis sasaran trsebut akan bisa dicapai karena sarana dan prasarana pendukung tahun 2019 bisa selesai  khususnya pembuatan saluran buatan persediaan  air di musim kemarau. Selain itu lahan –lahan tidur yang sebelumnya kuang maksimal dimanfaatkan sudah mulai dibuka dengan program Luas Tambah Tanam (LTT) sebagai pendongkrak percepatan tanam dilahan yang tidak memungkinkan bisa di berdayakan dalam waktu singkat.

Pada syukuran panen Budidaya Tanaman Sehat (BTS) di desa Hamayung kecamatan Daha Utara kabupaten Hulu Sungai Selatan 25 September 2019 kepala dinas TPH Kalsel Syamsir Rahman  bersama para stake holders yang bergerak dibidang prtanian sepakat meningkatkan ekonomi subsektor pertanian terutama padi.

Sebagai daerah penyangga pangan ibukota baru,Kalsel juga memproduksi pangan organic seluas 30 ribu hektar  samai tahun 2020,dan akan terus ditambah luasannya. Untuk mempercepat pengolahan lahan dan harus tuntas tahap awal bidang prasarana mengerahkan Alat dan mesin pertanian  termasuk mengusulkan lagi 50 unit excavator dan 284 unit traktor roda 4(empat) ke kementerian Pertanian .Kata Syamsir Rahman  alat berat yang masih kurang perlu ditambah agar tanam Okmar  dapat terealisasi.

Untuk kelancaran operasional dilapangan,Dinas TPH juga melatih para calon operator  seperti operator  Combine Harvester(mesin pemanen) secara bertahap.Tahap pertama untuk pemula telah melatih 80 calop dari kabupaten Tapin dan Hulu Sungai Tengah selama 3 hari.

Meskipun diakui di beberapa daerah program Serasi  ada keterlambatan karena kekurangan alat berat seperti Exavator ,namun antusiasme petani bersama penyuluh dan perangkat lain yang terlibat seperti TNI bergerak karena berpacu dengan waktu ,mengingat pengolahan lahan harus tuntas bulan Oktober 2019.Program Serasi di Kalimantan Selatan yang digadang gadang  menjadi kawasan rawa potensial  dan dapat di Tanami dua kali setahun dengan sistem dua jenis varietas yakni unggul dan lokal  dapat manikin Indek Pertanaman dari 100 ke 200 bahkan IP 300 termasuk budidaya hortikultura  di kawasan Banua Enam yakni Tapin,Hulu Sungai Selatan,HULU Sungai Tengah,Hulu  Sungai Utara, Balangan dan Tabalong.

Ayi Kusana

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed