oleh

Ayah Bejat Warga Landasan Ulin Banjarbaru Perkosa Anak Kadung Hingga Hamil

BANJARBARU – Gadis belia berusia 16 tahun korban pencabulan ayah kandung hingga hamil, kini tengah menjalani pemulihan psikologis, proses pendampingan dilakukan oleh polisi untuk menghilangkan rasa trauma yang diderita.

” Benar terjadi pencabulan anak dibawah umur dan korban saat ini kita berikan pendampingan untuk memulihkan psikologis,” kata Kasubag Humas Polres Banjarbaru AKP Siti Rohayati saat di temui wartawan infobanua.co.id di ruang kerjanya, Selasa (8/10) pagi.

Kejadian pencabulan berawal pada Tahun 2017 saat korban dengan inisial “Mawar” masih berumur 16 Tahun diambil oleh bapak kandungnya waga Landasan Ulin. Karena waktu kecil orang tuanya sudah bercerai, setelah itu korban pun ikut bersama bapak kandungnya. Seiring berjalannya waktu–ayah bejat ini tega menyetubuhi anaknya dirumahnya di daerah Landasan Ulin Kota Banjarbaru.

Saat mawar disetubuhi ayah kandungnya dengan inisial “S” (50 Tahun) mengetahui bahwa mawar sudah tidak perawan lagi. Lalu menanyakan kepada mawar yang dari pengakuannya saat masa kecilnya tinggal di Jawa Timur pernah disetubuhi oleh pamannya sendiri.

Mendengar itu ayah kandungnya terus minta layani nafsu bejatnya dengan ancaman jika tidak melayani persetubuhannya. Maka akan diancam akan membongkar pernah melakukan persetubuhan dengan pamannya akan diceritakan kepada ibu kandungnya serta keluarga besarnya.

Akibat dari persetubuhan itu mawar pun hamil dan ayah kandungny,a yang mengetahui kehamilan itu kemudian meminta mawar untuk segera mencari pacar agar ada ayah yang bertanggung jawab terhadap si calon bayi tersebut. Namun mawar tidak mempunyai pacar sehingga ayahnya meminta mawar untuk merayu teman ayahnya dengan inisial “M” (57 tahun),  dan kemudian mawar disetubuhi oleh teman ayahnya tersebut sebanyak 2 kali.

Namun belum sempat meminta pertanggung jawaban mawar mengalami keguguran, setelah janin keguguran mawar menolak untuk disetubuhi oleh ayahnya maupun teman ayahnya agar ayahnya tetap bisa memintai uang dengan temannya tersebut.

Pencabulan ini terungkap saat korban sudah tidak tahan lagi atas kelakuan ayahnya yang terus memukuli. Ketika menolak bersetubuh akhirnya lari dari rumah dan menemui Wakar serta Ketua RT setempat yang kemudian korban pun dibawa untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Banjarbaru.

Pelaku di kenakan undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dimana untuk pelaku yang merupakan ayah kandung korban diancam dengan hukuman maksimal 20 Tahun Penjara sementara teman dari ayah korban yang juga menyetubuhi korban diancam dengan hukuman maksimal 15 Tahun Penjara.

Ratno Timur

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed