oleh

KEP Sumber Rezeki Martapura Kembangkan Usaha Amplang Ikan Gabus

MARTAPURA – Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) SumberRezeki Martapura sebagai salah satu penerima, dan Ade Kondari 50 KEP yang terpilih se Indonesia untuk bidang pengembangan korporasi petani. Usaha yang dikembangkan KEP Sumber Rezeki yaitu pengolahan amplang ikan haruan atau ikan gabus.

Potensi ikan gabus di sekitar Desa Pejambuan khususnya dan Kecamatan Sungai Tabuk umumnya cukup melimpah. Ikan gabus atau ikan haruan ini merupakan ikan lokal yang banyak sekali manfaatnya untuk kesehatan, oleh karena potensi itulah maka KEP Sumber Rezeki memanfaatkan potensi tersebut agar tidak hanya sebagai konsumsi lauk tetapi dengan bentuk lain dengan nilai jual yang lebih tinggi.

Pengolahan amplang ikan haruan ini di bimbing langsung oleh Dinas Perikanan Kabupaten Banjar dan didukung Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar.

Rina Lestari SP yang ditunjuk sebagai pendamping KEP Sumber Rezeki mengatakan, prosedur pengolahan amplang ikan haruan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi yaitu, bahan baku utama berupa ikan segara atau beku yang sudah atau belum disiangi. Bahan baku bersih, bebas dari bau yang menandakan pembusukan, bebas dari sifat-sifat alamiah lain yang dapat menurunkan mutu serta tidak membahayakan kesehatan.

“Secara organoleptic bahan baku mempunyai karakteristik kesegaran seperti, kenampakan, matacerah, cemerlang, segar, elastis, padat,dankompak,” katanya.

Kata Rina, persyaratan sanitasi air sebagai media pembersih harus bersih. Adapun yang dimaksud dengan air bersih adalah air yang bebas dari mikroba pathogen dan sumber pencemar lainnya. Peralatan yang kontak langsung dengan bahan atau produk perikanan harus mudah dibersihkan, tahan karat (korosi), tidakmerusak, dan tidak bereaksi dengan produk perikanan.

“Peralatan pengolahan produk harus selalu dalam keadaaan bersih, bebas dari kerikilatau bahan lain yang dapat digunakan oleh serangga dan hama untuk tinggal. Untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang, penempatan sarana dan prasarana di ruangan penanganan atau pengolahan harus dapat memisahkan aluran tarabahan yang belum bersih dengan alur bahan yang sudah bersih,” katanya.

Menurut Rina, sebelum melakukan penanganan atau pengolahan produk perikanan, kedua tangan harus dicuci terlebih dahulu menggunakan sabun. Produkperikanan yang jatuh kelantai jangan diambil dan disatukan dengan produk perikanan lainnya meskipun jatuhnya belum “lima Menit”. Pemisahan antara bahan baku dengan produkakhir yang dihasilkan sedemikian dapat dilakukan dengan mengatur alur proses sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kontak langsung diantara keduanya maupun kontak tidak langsung melalui pekerja.

“Bahan pengemas yang sudah rusak dikeluarkan dari ruang penyimpanan karena berpengaruh terhadap bahan pengemas lainnya. Produk yang disimpan pertama kali harus dikeluarkan lebih awal dibandingkan produk yang disimpan kemudian. Limbah produk perikanan dikumpulkan dalam wadah khusus yang memiliki tutup,” ujarnya.

Bahan untukproduksi 1 kilogram, 1 kg ikan haruan, 2 kg sagu, bawang putih secukupnya, 80 gr garam, 20 gr bumbu penyedap, minyak goreng. Langkah-langkah pengolahan, cuci bersih ikan, keluarkan isi perut dan kotoran ikan. Giling ikan segar sampai halus, kemudian campurkan dengan air, garam, serta bumbu penyedap, aduk hingga rata.

Setelah adonan merata, tambah kan tepung sagu kemudian uleni, ambil adonan dan timbang sekitar 1 kg, kemudian bentuk tabung dan memanjang. Goreng dengan api sedang tetapi jangan langsung diaduk setelah mengembang baru diaduk, aduk terus sampai adonan berwarna kecoklatan. Adonan diangin-anginkan dan masukkan kedalam plastic kemasan.

rel/ayi

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed