oleh

Blitar Mulai Kebanjiran Pemudik, Sehingga Perketat Pengawaan Isolasi

Blitar, infobanua.co.id – Sejak awal bulan April, gelombang pemudik mulai berdatangan memasuki wialayah Kabupaten Blitar, tercatat ada 3.674 orang pemudik telah datang. Untuk itu Pemkab Blitar meminta pamong dan aparat keamanan semakin memperketat pengawasan isolasi mandiri bagi pemudik di desanya.

Sekretaris Gugus Tugas covid-19 Pemkab Blitar, Achmad Cholik menyatakan bahwa, ribuan pemudik itu menyebar hampir di semua Kecamatan di Kabupaten Blitar. Namun ada 10 Kecamatan tercatat dengan jumlah pemudik tinggi. Yakni Kecamatan Bakung, Binangun, Doko, Kademangan, Panggungrejo dan Selopuro. Selain itu juga terdata di Kecamatan Selorejo, Srengat, Wlingi dan Wonotirto.

“Dari 3.674 orang itu didominasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kedatangan mereka sesuai protokoler penanganan Corona sejak dari bandara sampai ke tingkat desa,” kata Cholik kepada awak media, Kamis 09-04-2020.

Menurut Cholik, pemudik dari kalangan PMI jauh lebih mudah terkoordinir karena ada data kedatangan dari pihak Bandara maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Namun untuk kedatangan pemudik dari wilayah episentrum Corona, seperti Jakarta, Bali, Surabaya dan Kalimantan, Pemkab Blitar meminta setiap desa menyiapkan tempat karantina. Dari 220 Desa, yang ada di Kab.Blitar, masih satu Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro yang mengisolasi pemudik secara kolektif di satu lokasi tersendiri.

“Sampai saat ini masih Desa Karangsono yang menjadi percontohan karantina warganya yang datang dari Bekasi. Dan itu diapresiasi Gubernur Jatim. Hari ini Satker Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Dinsos Jatim, memberikan bantuan sembako bagi keluarga yang di karantina di Karangsono, Kanigoro,” terangnya.

Selanjutnya Cholik menjelaskan bahwa, skema karantina pemudik menjadi tanggung jawab pihak desa dan aparat keamanan sepenuhnya. Saat ini, ribuan pemudik itu menjalankan isolasi mandiri di rumah mereka masing-masing.

“Sesuai arahan Bupati Blitar, bagi pemudik diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yaitu menjalani karantina selama 14 hari. Karantina bisa dilaksanakan secara mandiri, bila rumahnya memenuhi persyaratan kesehatan. Bila tidak memenuhi persyaratan, dilaksanakan karantina di rumah karantina yang disediakan desa,” terang Cholik.

Cholik memprediksi gelombang pemudik akan bertambah banyak menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran. Untuk itu, pihaknya mengimbau ada peningkatan pengawasan isolasi mandiri dari pihak desa. Apalagi masih adanya laporan, mereka yang ODP tidak disiplin melaksanakan isolasi mandiri.

“Mereka menandatangani pernyataan bersedia disiplin dalam mengikuti karantina mandiri. Bila tidak, akan dikarantina tingkat desa,” pungkasnya. (oke)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed