oleh

Hadapi New Normal, Dindik Kota Blitar, Rancang Skema Proses Belajar

-Blitar-8 views

Blitar, Infobanua.co.id – Untuk menghadapi Era New Normal di Kota Blitar, Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar, telah merancang skema proses belajar mengajar di saat Era New Normal benar-benar di berlakukan.

Skema proses belajar yang di rancang Dindik Kota Blitar, diantaranya, siswa bersekolah hanya selama empat jam. Namun skema ini masih terus dikoordinasikan dengan gugus tugas penanganan covid-19.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat mengatakan bahwa, pihaknya sedang dalam proses mempersiapkan semuanya. Menyusul keputusan Mendikbud jika tahun ajaran baru tetap dimulai pada 13 Juli 2020 mendatang.

“Tapi itu belum tentu sama dengan hari pertama masuk sekolah. Karena untuk masuk sekolah tergantung dari rekomendasi dari gugus tugas penanganan covid-19. Untuk Kota Blitar belum ada keputusan, namun skema proses belajar mengajar terus kami rapatkan dengan gugus tugas penanganan covi-19,” kata Didit kepada awak media, Kamis 04-06-2020.

Menurut Didit, bahwa pihaknya sudah menyampaikan skema selintas apa saja yang bisa dilakukan lembaga pendidikan ketika siswa kembali masuk sekolah. Diantaranya, hanya separuh siswa yang masuk sekolah. Karena posisi bangku akan ditata dengan jarak minimal 1 meter dan jumlah siswa dibatasi hanya 20 anak per kelas.

“Karena hanya separuh, maka jam belajar hanya empat jam tanpa istirahat. Mengapa empat jam, karena masa dipakainya masker kain itu kan hanya empat jam,” jlentrehnya.

Sedangkan separuh siswa lainnya, masih dalam proses penggodokan. Apakah sistemnya dua gelombang tiap hari, ataukah sekolah selama sepekan tiap kelompok siswa. Jadi sepekan sekolah, sepekan lagi libur karena bergantian dengan kelompok lainnya.

Skema lainnya, siswa harus diantar orang tua ke sekolah, dilarang naik ojek online. Selama perjalanan ke sekolah dilarang mampir ke tempat lain. Selain itu, sejak dari rumah, siswa harus mandi, memakai masker dan sampai sekolah wajib cuci tangan dan mentaati protokoler kesehatan selama berada di sekolah.

“Skema ini belum final. Kami masih bahas dengan gugus tugas penanganan covid-19 dan pihak sekolah termasuk menyusun kurikulum pendidikan. Diluar empat jam itu, tugas dilakukan secara online. Intinya, bagaimana sekolah aman dan tidak menimbulkan klaster penularan baru covid-19,” pungkas Didit.

Eko

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed