oleh

Pemkot Blitar, Terapkan New Normal, Pertengahan Bulan Juni Ini

-Blitar-9 views

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar merencanakan bakal menerapkan era new normal pada pekan ketiga bulan Juni ini.

Perwali pun sedang dibuat dengan sanksi tegas terutama pada sektor ekonomi dan transportasi.

Di antara skema penertiban protokoler kesehatan, tentang disiplin memakai masker. Terutama bagi para pedagang di pasar tradisional. Karena dalam beberapa kali sidak masker di tiga pasar tradisional Kota Blitar, gugus tugas penanganan covid-19 masih sering menemukan pedagang abaikan protap kesehatan.

Alasannya bermacam-macam. Ada yang mengaku tidak bebas bernafas. Ada juga yang bilang masker kainnya sedang dicuci dan hanya punya tiga lembar. Untuk itu, tim gabungan TNI-Polri dan gugus tugas covid-19, secara rutin membagikan masker kain gratis pada mereka.

“Kita mulai menerapkan new normal pekan ketiga bulan Juni ini. Sekarang kami masih rajin sidak sekaligus sosialisasi. Namun ketika sudah tiba saatnya new normal, pedagang yang tidak memakai masker dilarang jualan,” kata Wali Kota Blitar, Santoso kepada awak media, Jum’at 05-06-2020.

Menunurut Santoso, sidak tidak hanya dilakukan di pasar-pasar tradisional. Namun juga ke pusat perbelanjaan modern yang terletak di jantung Kota Blitar.

Petugas menemukan di mall belum disiplin menerapkan jaga jarak bagi para pengunjung dan pembelinya.

“Pengelola pusat perbelanjaan ini juga masih mengabaikan protokoler kesehatan covid-19. Tidak diatur jarak pembeli saat memasuki dan membayar di kasir. Juga tidak ada fasilitas tempat mencuci tangan dan penyediaan hand sanitizer,” jlentreh Santoso.

Selanjutnya Santoso menegaskan bahwa, saat ini pihaknya gencar sosialisasi. Namun tindakan tegas akan diterapkan demi keamanan kesehatan bersama.

Sosialisasi penertiban juga dilakukan di sektor transportasi. Terminal Bus Patria dan Stasiun Besar Kereta Api, Kota Blitar menjadi sasarannya. Selain itu, sosialisasi pembatasan jumlah pengunjung dilakukan di beberapa rumah makan dan warung yang sudah bisa melayani makan di tempat bagi para pengunjungnya.

“Kami sedang bahas aturan ini dalam Perwali. Skema penertiban disiplin protokoler kesehatan, nantinya untuk memutus penularan virus covid-19 dan menekan angka pasien yang terpapar. Namun itu semua tidak menghentikan kegiatan perekonomian warga,” pungkasnya. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed