oleh

Komisi III DPRD Kotabaru Gewsima Mega Putra Usulkan Tahun Ajaran Baru Tatap Muka Tetap Ditunda

Kotabaru – Dalam situasi pandemi covid 19 saat ini komisi III DPRD kabupaten kotabaru Gewsima Mega Putra usulkan tahun ajaran baru di sekolah ataupun madrasah bisa dimulai dengan sekema pembelajaran bertatap muka tetap ditunda.minggu (7/6/2020).

usul dari komisi III tersebut beralasan untuk menjaga keselamatan anak usia sekolah disaat musim pandemi covid 19 ini sedang merajalela di daerah daerah di indonesia termasuk kabupaten kotabaru.

“ini demi menjaga dan menyelamatkan para siswa yang ada di sekolah.

Gewsima Mega Putra sekaligus wakil ketua komisi III DPRD kotabaru itu mengusulkan, tahun ajaran baru baik disekolah maupun di madrasah dapat dimulai, namun sekema pembelajaran tatap muka agar di tunda hingga kondisi benar benar aman dari covid 19, ini demi menjaga keselamatan anak anak di sekolah.

Dalam hal untuk memastikan anak didik disekolah tetap belajar secara optimal pemerintah harus melakukan langkah langkah strategis melalui menyederhanakan kurikulum dengan menyesuaikan kondisi anak anak sekolah dalam situasi seperti ini, ujar putra.

Tak hanya itu, wakil komisi III DPRD kotabaru tersebut mengusulkan agar pemerintah dapat memberikan subsidi internet dan fasilitas untuk belajar dengan berbasis daring, sebagai contoh yang sudah ada di provinsi papua, terdapat 608.000 siswa yang tak terkaper atau tak terlayani pemebelajaran daring, bahkan mencapai 54% ucap putra.

Dalam usulan Gewsima Mega Putra, pemerintah harus bisa mealokasikan sebagian dana desa untuk optimalisasi layanan pendidikan anak sekolah yang ada didesa, terutama anak usia sekolah yang terkendala akses layanan pendidikan.

Sementara itu Gewsima Mega Putra juga menganjurkan agar pelaksanaan tahun ajaran baru di pesantren maupun sekolah yang berbasis asrama dapat di mulai sesuai jadwal, tetapi pembelajarannya tatap muka diminta ditunda hingga situasi pandemi covid 19 tersebut benar benar aman.

Di satu sisi selama pandemi covid 19 tersebut Putra mengatakan, dalam kondisi pandemi covid 19 tersebut intensitas anak mengakses internet sangat tinggi, sehingga dihawatirkan bagi anak sekolah yang meng akses internet bisa berpotensi terpapar dampak negatif digital.

Untuk itu, putra mengusulkan agar pemerintah memastikan pencegaahan anak terpapar konten konten negatif baik pornografi,radikalisme, dan kekerasan serta pencegahan dan penangaanan kejahatan siber.

Dengan usulan tersebut, bagi anak sekolah bisa sertamerta mendorong munculnya konten positif bagi sang anak sekolah dan bisa menambah ilmu pengetahuannya.

Tak luput dari itu, tentunya peran orang tua murid harus berperan aktif untuk mengawasi sang anak pada saat menggunakan handpone alat sebagai penunjang pelajaran sekolah selama pandemi civid 19.

Peran aktif orang tua harus selalu berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait pendidikan anak serta mendampingi dalam berselancar di internet.

Orang tua juga harus mengedukasikan kepada anaknya tentan protokol kesehatan pencegahan covid 19.

Berdasarkan data kementrian kesehatan RI selama 30 mei 2020 ini terdapat 1.851 kasus covid 19 di usia anak.

Maka dari itu, komisi III DPRD kabupaten kotabaru Gewsima Mega Putra menilai perlunya evaluasi secara menyeluruh baik aspek pencegahan maupun penanganan melalui sinergi kementrian atau lembaga terkait, agar perlindungan terhadap anak sekokah dapat di tangani dengan optimal, pungkas Gewsima.

Gajali

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed