oleh

Pemkot Blitar, Adakan Rapid Test Masal Untuk Pengunjung Cafe Diwilayahnya

Blitar, Infobanua.co.id – Sejak Wali Kota Blitar Santoso menyatakan Kota Blitar memasuki uji coba era New Normal, pengunjung cafe dan rumah makan sudah bisa membuka usahanya dan dapat makan ditempat.

Moment ini tampak dengan jelas ketika hari Sabtu malam Minggu hampir semua cafe sesak dipenuhi oleh pengunjung.

Tidak hanya penuh, tapi pengunjungpun juga terlihat tidak menjaga jarak saat duduk bersama-sama.

Situasi seperti ini dimanfaatkan oleh Pemkot Blitar, dalam hal ini gugus tugas covid-19 Kota Blitar menggelar rapid test massal.

Rapid test massal dilakukan di beberapa cafe di Kota Blitar. Hasilnya dari 67orang pengunjung di tiga cafe, ada 8 orang di antaranya reaktif.

“Ada tiga lokasi yang kami sasar rapid test massal ini. Kami lihat cafe yang pengunjungnya banyak. Dari 67 orang pengunjung, ada 8 orang yang hasilnya reaktif. Ini yang perlu ditracing dan dipantau oleh dinkes,” kata Ketua Harian Gugus Tugas covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo. Minggu 07-06-2020.

Menurut Hakim bahwa, rapid test, merupakan salah satu upaya untuk memutus penyebaran virus-covid-19. Dan selanjutnya hasil rapid test akan ditindaklanjuti dengan isolasi mandiri dan test berikutnya.

Ketika hasil rapid test kedua masih reaktif, baru akan diambil tes swabnya.

Selanjutnya Hakim menjelaskan bahwa, yang terpenting agar semua pelaku usaha mengikuti protokol kesehatan dengan ketat. Agar di satu sisi, mereka tetap bisa berdagang. Sisi lainnya, penyebaran virus bisa diputus.

“Untuk itu cafe-cafe yang belum menerapkan protokol kesehatan, kami tutup sementara selama 2 hari. Ini untuk pembenahan protokol kesehatan, sebelum kembali menjalankan usahanya,” jlentreh Hakim.

Untuk diketahui, Kota Blitar termasuk daerah yang mampu menekan angka penularan virus covid-19.

Sampai Sabtu 06-06-2020, tercatat, tidak ada pasien positif, PDP maupun ODP baru. Jumlah pasien positif hanya tiga dengan rincian dua sudah sembuh dan satu masih dirawat. Sedangkan jumlah PDP ada lima dengan rincian empat selesai masa pengawasan dan satu masih dalam pengawasan.

Sementara ODP, jumlah kumulatif 208 orang dengan rincian 203 orang selesai masa pemantauan, tiga masih dipantau dan dua meninggal. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed