oleh

Warga Jatilengger Blitar, Tolak Dibukanya Karaoke Dihotel Ilhami

Blitar, Infobanua.co.id – Ditengah pandemi Corona Virus Disease-19 atau covid-19, ketenangan warga Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mendadak terusik.

Masyarakat dibuat resah dengan beroperasinya karaoke milik Hotel Ilhami, yang berada di lingkungan desa setempat.

Karena beroperasinya karaoke tersebut dinilai tidak etis, karena saat ini Indonesia sedang dalam situasi pandemi covid-19.

Selain itu, keberadaan tempat karaoke tersebut diketahui juga membuat resah warga, karena suara yang ditimbulkan mengganggu lingkungan.

Karaoke itu mulai buka dari sore hari sampai dini hari.

Warga yang semakin resah sepakat untuk menolak keberadaan karaoke Ilhami. Kesepakatan tersebut dikonkretkan melalui musyawarah warga yang digelar pada Sabtu 06-06-2020 tadi malam.

Musyawarah ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan 50 orang warga setempat.

Sujiono selaku Ketua RT 04 RW 03 Desa Jatilengger, menyampaikan bahwa, tempat karaoke itu diketahui telah buka sejak 4 hari yang lalu.

“Sejak karaoke itu buka, setiap malam selalu terdengar suara keramaian disekitar Hotel. Situasi ini membuat masyarakat kami resah. Selain khawatir terjadi penyebaran virus covid-19, suara musiknya juga mengganggu lingkungan, warga kami tidak bisa istrirahat dengan tenang,” kata Ketua RT 04 RW 03 Desa Jatilengger, Sujiono, Minggu 07-06-2020.

Menurut Sujiono, pada hari Rabu 03-06 yang lalu sejumlah warga bersama aparat keamanan desa dan tokoh masyarakat mendatangi Hotel Ilhami dengan maksud mengingatkan agar jangan berbuat gaduh.

Namun imbauan tersebut justru mendapat makian dari beberapa orang yang berada di tempat karaoke.

“Kami ingatkan agar jangan berbuat onar dan gaduh di lingkungan Jatilengger. Akan tetapi dari beberapa wanita malam ada yang berkata kasar mengumpat kepada kami,” jlentrehnya.

Sementara itu tokoh agama Desa Jatilengger, KH Muh Nur Qodim, menilai keberadaan tempat karaoke di Desa Jatilengger tidak cocok dengan kultur masyarakat setempat yang religius. Di sekitar Hotel terdapat tempat-tempat Ibadah diantaranya sebelah timur sekitar 150 meter berdiri Masjid Agung Desa Jatilengger. Kemudian sekitar 50 meter sebelah timur terdapat Kantor Cabang MUI Kabupaten Blitar.

Di belakang hotel juga terdapat masjid lingkungan Desa Jatilengger.

“Saya sebagai tokoh agama mengingatkan, silahkan Hotel Ilhami beroperasi buka seperti biasa. Akan tetapi untuk karaoke yang penuh kegiatan maksiat harus ditutup,” tegasnya.

Dalam musyawarah ini warga melaksanakan penandatanganan penolakan beroperasinya Karaoke Hotel ilhami. Dan Hasil dari musyawarah ini akan disampaikan kepada pengelola hotel dan aparat yang berwajib.

Tekad warga Jatilengger, melakukan penutupan semakin bulat setelah tahu karaoke milik Hotel Ilhami ternyata belum memiliki izin.

“Hasil dari musyawarah ini tegas, kami minta karaoke untuk tutup mulai hari ini sampai dengan seterusnya,” tandas KH Muh Nur Qodim.

Selanjutnya KH Muh Nur Qodim menyampaikan bahwa, sebelumnya masyarakat sudah melaporkan permasalahan ini kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Jatilengger. Oleh Pemdes, masalah ini sudah dikoordinasikan dengan pihak hotel dan pihak hotel bersedia menutup namun minta waktu 1 bulan. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed