oleh

PUPR Kab.Blitar, Mempersiapkan Pelaksanakan Kegiatan Fisik

Blitar, Infobanua.co.id – Dalam menghadapi era New Normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melaui Dinas Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Blitar, sedang mempersiapkan pelaksanaan kegiatan fisik dengan sasaran utama sarana dan prasarana vital yang dibutuhkan sebagai akses penghubung dan jalur untuk roda perekonomian bagi masyarakat baik itu jembatan, jalan atau saluran irigasi untuk peningkatan pertanian.

Sesuai instruksi pemerintah pusat, sebagai target utama di setiap daerah tidak terkecuali Kabupaten Blitar, disetiap OPD diadakan refocusing anggaran, untuk dialokasikan penanganan pandemi covid-19, termasuk Dinas PUPR juga.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, mengatakan bahwa, dengan sisa anggaran Rp.52 milyar setelah direfocusing, untuk semua kegiatan dinas, yaitu untuk kebutuhan ATK serta honor, dan 20 porsen paket lelang tander. Sedangkan untuk pengadaan langsung yang diperbanyak untuk membantu percepatan pemulihan dampak dari pandemi covid-19 ini.

Agar masyarakat sekitar bisa turut bekerja dan mendapatkan hasil serta bisa mengawasi pekerjaan, dan hasilnya bisa baik dan maksimal sesuai standard yang berlaku.

“Semua mengalami hal yang sulit pada pandemi covid-19 ini, karena PUPR kebanyakan berhubungan dengan fisik, maka sebisa mungkin kita turut membantu percepatan penanganan dampak covid-19 dengan lebih banyak Paket Pekerjaan (PL). Agar bisa membantu masyarakat terutama yang terdampak, semisal kena PHK atau tidak bekerja karena pandemi ini, untuk bisa turut bekerja meskipun menjadi tenaga kasar, agar mendapatkan penghasilan sekaligus ikut mengawasi dalam pekerjaan tersebut,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, kepada awak media, Senin 08-06-2020.

Menurut Puguh, dengan tidak maksimalnya lelang tander tahun ini bukan tidak ikut aturan, tapi lebih banyak untuk padat karya, agar bisa membantu meringankan beban masyarakat, terutama warga sekitar yang ketempatan fisik, bisa ikut bekerja dan memberikan mereka tupoksi sebagai pelaksana sekaligus pengawas dalam pekerjaan tersebut.

Jadi baik tidaknya pekerjaan nantinya juga tergantung pada masyarakat sekitar, untuk ikut serta sebagai pelaksana dan pengawas dalam pekerjaan itu.

“Tahun ini memang lebih sedikit lelang tander dan diperbanyak Pengadaan Langsung (PL), dengan tujuan untuk ikut membantu percepatan penanganan dampak covid-19 yang dirasakan oleh masyarakat kita, terutama bagi masyarakat yang secara langsung terdampak diberhentikan dari pekerjaannya agar bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan,” jlentreh Puguh.

Selanjutnya Puguh menerangkan bahwa, sesuai arahan dari Bupati Blitar, agar kita perbanyak padat karya untuk membantu meringankan beban masyarakat dari dampak pandemi covid-19 ini, untuk bisa bekerja menghidupi keluarganya.

Tentang kapan dimulainya pekerjaan itu menunggu kesiapan dulu. Sebab saat ini lelang sebagian sudah masuk tahap seleksi dan pengadaan langsung sebagian belum masuk.

Sampai hari jum’at 05-06-20, saya belum menandatangani Surat Perintah Kerja (SPK) tapi untuk surat mekanisme seleksi sebagian sudah.

“Kami berharap dengan memfungsikan masyarakat sekitar, sebisa mungkin turut dalam percepatan penanganan dampak covid-19 ini. Kami akan turun langsung, selain memantau pekerjaan berjalan baik atau tidak, juga apakah dalam pekerjaan tersebut melibatkan masyarakat sekitar atau tidak, akan kami tegur dan ingatkan karena tujuan kita meringankan beban masyarakat dari dampak covid-19 ini, agar warga ikut mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup mereka melalui pekerjaan ini,” pungkasnya. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed