oleh

Kapal Speekboot BPBD Agam, Masih Dalam Proses Perbaikan

Agam, Infobanua.co.id – Kapal Speedbood Aset Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bantuan dari BNPB Pusat terlihat kokoh mendampar di atas air Danau Maninjau, Bantuan tersebut berupa Speedbood dari BNPB pusat kurang lebih tiga tahun yang silam. Saat ini speedbood tersebut berada di Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Pada sebelumnya asil pantauwan Tim Media Sergap.co.id memberitakan, “Badan Penaggulangan Bencana Daerah Agam” Tidak Ter-urus Bantuan Speedbood BNPB Pusat Rp 1,3 M Rusak Berat”. Kepedulian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah terhadap kesiapsiangaan bencana patut di apresiasi. Namun pihak terkait melalui Badan penanggulangan bencana daerah “Bpbd” diduga kurang mejaga bantuan tersebut, berakhir dengan kerusakan komplikasi yang tak mungkin tersembuhkan (parah).

Menurut informasi warga sekitar yang layak dipercaya,speedbood tersebut sudah benaung di danau dan tidak bisa di operasikan sudah kurang lebih dua tahun. Kalau pun ada pihak Bpbd Agam yang melihatnya, hanya sebatas mendatangkan tekhnisi yang tidak mampu memperbaikinya.

Sepertinya penyakit yang di derita speedbood tersebut telah komplikasi, menunggu ajal menjeputnya alias tenggelam di bawa arus danau Maninjau. Ucapnya. (19/5/20)

Saat di komfirmasi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Muhammad Lutfi Ar menyampaikan Bulan Oktober 2019 sudah diperbaiki dan sudah hidup. Pengoperasionalannya dapat dilakukan secara manual.

Untuk lebih baiknya sedang diupayakan untuk penggantian modul. Tapi karena tingginya tingkat kebencanaan maka belum dapat tertangani penggantian modul tersebut.

“Kapal tersebut memang jarang dipergunakan karena peruntukannya untuk penanganan kebencanaan disamping 4 (empat) kapal lainnya yang ada di BPBD. Setelah masa Pendemi Covid 19 ini sudah dijadwalkan untuk menuntaskan penggantian modul tersebut”. Katanya.

Lanjut, Lutfi menerangkan tetang kapal Speekboot itu saat ini kondisi dalam ke adaan mesin rusak dan saat ini sudah dilakukan perbaikan,namun tidak 100% layak (baik) kondisi kapal. Untuk dananya perbaikannya juga ada, dalam peruntukan modul kapal itu diganti aja dan tidak bisa di perbaiki dan sedang mencari barang copotan dari kapal BPBD lain. Saat ini kapal itu sudah bisa beroperasi namun sistim belum bisa berjalan dengan baik. Saat ini sedang Proses perbaikan dan masih menunggu beberapa peralatannya. Terang Lutfi.

Menyangkut permasalahan Aset ini Bj Rahmad Selaku ketua LSM Garuda Nasional DPW Sumatera Barat sangat menyayangkan semenjak Kalaksa BPBD Agam di pimpimpin oleh Muhammad Lutfi Ar seakan-akan ada unsur pembiaran atau tidak ada kenampuan untuk mencari selusinya agar aset-aset tersebut bisa terselamatkan karena harga aset tersebut cukup mahal.

Lanjut, Bj Rahmad Tim Lsm Garuda Nasional saat sidak ke lokasi dimana speedbood bersandar mengatakan dan melihat kondisi speedbood tersebut mustahil bisa di perbaiki dikarenakan sebelum tenaga tekhnisi di datangkan mesin Speedbood telah berbulan-bulan di genangi air hujan.

“Dengan kindisi menelantarkan bantuan BNPB pusat sudah Sewajarnya pihak hukum memproses instansi tersebut. Agar BPBD Agam bertanggung jawab dengan indikasi merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,3 M”. Ungkap Ketua Lsm Garuda Nasional Bj.Rahmad.

Tambahan informasi terkaitan aset daerah yang di kelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, tentang kapal speedboat, 1. Rolly pembawa kapal terlantar di kator Badan Meteorologi bayur sudah sekitar 2 (dua) tahun. 2. Kapal dinsos di pakai oleh BPBD kemudian ditelantarkan di dermaga masyarakat bayur, itu Juga diperkirakan sudah 2 (dua) tahunan.

Salah satu masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya (red) menyampaikan ke Infobanua.co.id untuk alamat terletaknya kapal Speekboot itu tepatnya di Jorong muko-muko,Nagari Koto Malintang Kecamatan Tanjung Raya dan lokasi sandar di belakang rumah Wali nagari koto malintang.

“Lokasi sandar kapal speekboot ditepian masyarakat di kenagarian bayur Kecamatan Tanjung raya dan lokasi rolly di areal LIPI kenagarian bayur Kecamatan Tajung raya”.ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Rizki Abdillah dari Komisi ll Kabupaten Agam mengatakan hal ini belum mengetahui kondisi sebenarnya dalam masalah speekboot tersebut”,terang Rizki singkat saat di komfirmasi Media Infobanua.co.id

**Tim

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed