oleh

Pemko Banjarbaru Tingkatkan Tracking, Testing Dan Treatment Dalam Penanganan Covid-19

Banjarbaru, Infobanua.co.id – Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani memimpin rapat Gugus Tugas Covid-19 Banjarbaru dalam rangka evaluasi  penanganan Covid-19, serta menyusun  rencana tracking, testing dan treatment yang tepat dalam penanganan covid-19 di Kota Banjarbaru pada Rabu (10/6).

Berdasarkan data sebaran Covid-19, di Kota Banjarbaru saat ini terdapat 52 orang pasien dalam perawatan, 9 orang PDP dan 31 orang ODP.  Mengalami peningkatan dari hari sebelumnya.

Evaluasi ini diperlukan untuk meningkatkan upaya penanganan sebagaimana arahan dari pemerintah pusat yang disampaikan saat menteri Koordinator PMK, Menteri Kesehatan dan Kepala Gugus Tugas Covid pusat datang ke Kalsel hari minggu yang lalu.

Setelah mendengatkan masukan dari peserta rapat yang terdiri dari tugas gugus covid, dokter spesialis, epidemolog, dan surveillance, Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani menjelaskan bahwa dalam melaksanakan tracking, testing dan treatment, pihaknya akan menerapkan system ring,

Setiap  ada pasien terkonfirmasi positif, pihaknya akan menentukan 3 ring potensi penularan.  Ring pertama adalah keluarga yang tinggal satu rumah. Ring kedua adalah teman kerja atau teman akrab yang dengan interaksi intensif, sementara ring ketiga adalah lingkungan yang pernah melakukan kontak.

Ring pertama dan kedua akan langsung dilakukan tes Swab, sementara ring ketiga akan dilakukan rapid test. “Strategi ini dilakukan agar tracking dan testing berjalan dengan efektif”, ucap Nadjmi.

Beliau menambahkan bahwa sampai saat ini sebenarnya tracking dan testing menggunakan rapid test telah dan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan terhadap lebih dari 2000 orang warga Banjarbaru.

Sementara untuk treatmentnya, Pemerintah Kota Banjarbaru telah mempersiapkan ruang isolasi, baik di  Rumah Sakit Idaman atapun di tempat karantina serta isolasi mandiri.

Untuk memudahkan pelaksanaan tracking dan testing serta treatment ini, Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru akan melibatkan oleh unsur TNI, Polri, Ikatan Dokter Indonesia serta pihak terkait lainnya.

“Harapannya, tentu agar tracking, testing dan treatment ini bisa sukses sehingga penyebaran covid-19  di Kota Banjarbaru bisa kita kendalikan” tandas Nadjmi Adhani.

Ratno Timur

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed