oleh

PPP Kota Blitar, Batalkan Koalisi Dengan PDIP Di Pilwali.Blitar 2020

-Blitar-22 views

Blitar, Infobanua.co.id – Partai Politik di Kota Blitar mulai memanas, kemarin DPC PKB yang berubah haluan tidak jadi berkoalisi dengan PDIP dan memilih mengusung calon sendiri.

Rupanya hal ini diikuti oleh DPC PPP Kota Blitar juga memberi sinyal tidak jadi berkoalisi dengan DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Blitar di Pilwali Blitar 2020.

Ketua DPC PPP Kota Blitar, Agus Zunaidi mengatakan bahwa, sejak awal PPP memang sudah berkomunikasi dengan PDIP untuk menghadapi Pilwali Blitar 2020.

Namun, sampai sekarang komunikasi yang dijalin dengan PDIP tidak ada perkembangan.

“Selama ini kami menunggu PDIP, tapi PDIP kami tunggu juga belum ada kepastian. PDIP juga belum pernah menawari atau mengajak kami bergabung di Pilwali,” kata Agus, kepada awak media, Rabu 10-06-2020.

Saat ditanya apakah mungkin sikap DPC PPP sama seperti PKB yang berubah haluan tidak jadi berkoalisi dengan PDIP di Pilwali Blitar 2020, Agus menjawab bisa juga.

Menurut dia, saat ini, kondisi peta politik di Kota Blitar masih dinamis.

“Semua masih dinamis, semua partai belum ada rekom dari DPP. Kami juga komunikasi intens dengan partai-partai yang kandidatnya ikut daftar penjaringan Bacawali di PPP,” terangnya.

Selanjutnya Agus mengatakan bahwa, DPC PPP juga masih menunggu rekomendasi soal Pilwali dari DPP PPP.

DPC PPP sudah mengirim empat nama hasil penjaringan Bacawali-Bacawawali ke DPW dan DPP.

“Dalam minggu ini, kami akan ke DPW untuk menanyakan perkembangan hasil penjaringan yang sudah dilakukan DPC. Perkiraan rekom DPP tidak jauh dari empat nama yang kami usulkan dari hari penjaringan,” jlentreh Agus.

Untuk diketahui, keempat nama hasil penjaringan Bacawali-Bacawawali yang diusulkan DPC PPP ke DPW dan DPP, yakni, Henry Pradipta Anwar, M Nuhan Eko Wahyudi, Tjutjuk Sunaryo, dan Galih Saksana.

Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Kota Blitar, dr.Syahrul Alim mengatakan bahwa, tidak mempermasalahkan partai lain mengusung calon sendiri di Pilwali Blitar 2020.

Menurutnya, PDIP juga bisa mengusung calon sendiri di Pilwali Blitar 2020 tanpa berkoalisi dengan partai lain. PDIP memiliki 10 kursi di DPRD Kota Blitar.

“Tidak masalah partai lain mengusung calon sendiri, kami juga tidak bisa memaksa partai lain ikut gabung berkoalisi dengan PDIP. Sebenarnya, kami berangkat sendiri bisa, tapi kami tetap membuka peluang berkoalisi dengan partai lain,” terang dr.Syahrul.

Menurut dia, sebenarnya selama ini PDIP sudah berkomunikasi dengan partai lain, seperti PKB, PPP dan Partai Gerindra.

Tapi, PDIP tetap menunggu keputusan dari DPP PDIP terkait pelaksanaan Pilwali Blitar 2020.

“Informasi dari DPP, akhir bulan ini ada rapat di DPP soal menghadapi Pilkada Serentak 2020. Kemungkinan awal Juli 2020 baru ada keputusan dari DPP,” jlenyreh dr.Syahrul.

Sebelumnya, beredar formulir dukungan dari tim relawan untuk pasangan Cawali-Cawawali, Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto.

Henry Pradipta Anwar merupakan putra sulung mantan Wali Kota Blitar, M Samanhudi Anwar, sedang Yasin Hermanto adalah Ketua Tanfidz DPC PKB Kota Blitar.

Sikap politik DPC PKB merapat ke Henry jelang Pilwali Blitar 2020 ini bisa dibilang berubah haluan.

Sebab, awalnya, DPC PKB Kota Blitar ingin berkoalisi dengan DPC PDIP Kota Blitar di Pilwali Blitar 2020. Awalnya, PKB siap menjadi wakil PDIP di Pilwali Blitar 2020. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed