Petani Tembakau di Blitar, Siap Tanam

oleh -6 views

Blitar, Infobanua.co.id – Sejak dahulu, Kabupaten Blitar, selain sebagai lumbung padi di Jawa Timur, juga terkenal Tembakaunya.

Para petani tembakau di Kabupaten Blitar, memastikan waktu tanam tembakau tahun ini akan berlangsung sesuai musimnya. Serta tidak akan terpengaruh dengan pandemi virus covid-19.

Para petani berharap agar hasil panen tembakau tahun ini melimpah sesuai harapan, walaupun di tengah pandemi virus covid-19.

Para petani tembakau tidak terpengaruh terhadap aktivitas mereka. Apalagi, dalam bercocok tanam dan mempersiapkan lahan, para petani mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar dan Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) Malang.

Tanaman tembakau yang asalnya dari Amerika Utara dan Amerika Selatan ini, memang kembali menjadi primadona di Blitar dalam beberapa tahun terakhir berkat dorongan Dinas Pertanian melalui program-programnya yang inovatif.

“Petani di Kabupaten Blitar sudah banyak yang sudah tanam. Bahkan sudah ada yang umur satu bulan. Serta ada yang masih mempersiapkan lahan,” kata Kasi Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Anita Arif Rahayu, Kamis 11-06-2020.

Menurut Anita, walau di tengah pandemi covid-19, para petani tembakau memiliki optimis tinggi atas tanamannya itu. Harapan itu didorong dengan pelibatan langsung Dinas Pertanian dan Pangan serta Balittas Malang.

Dimana, menurut Anita, pendampingan yang dilakukan dari pihaknya terkait  kajian terapan budidaya tembakau dengan pemupukan lokasi di lahan tegal dan lahan sawah. Di mana untuk lahan tegal, budidaya dipusatkan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kademangan. Sementara untuk lahan sawah, dipusatkan di BPP Garum.

“Untuk yang di BPP Garum kita ada dua sistem tanam. Yang pertama tumpang sari dengan bawang merah dan satunya lagi monokultur. Untuk yang tumpang sari, kita sudah lakukan menanam bawang merahnya dahulu. Untuk yang monokultur masih persiapan, saat ini dalam tahap pengolahan tanah. Untuk yang di Kademangan, kita sudah mulai tanam tembakaunya,” jlentrehnya.

Masih menurut dia bahwa, pendampingan ke petani tembakau Blitar ini diperkuat dari Balittas Malang.

Dari Balittas Malang, Djajadi mengatakan bahwa, di kesempatan ini, tembakau yang akan duiji coba di tanam di BPP Garum adalah tembakau jenis Virginia dengan varietas K326 yang banyak dikembangkan di Bojonegoro. Serta hasilnya disuplai untuk perusahaan rokok kretek.

“Kelebihan dari varietas K236 adalah produksinya tinggi. Kita terapkan semi kompos dan saat ini sedang kita cari dosis yang tepat untuk di sini. Harapannya dengan dosis pupuk yang tepat akan dapat meningkatkan produksi dan mutu di atas potensi varietasnya. Baik dengan pola tumpang sari maupun dengan pola monokultur,” jelas Djajadi.

Sistem tumpang sari diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan kualitas produksi para petani.

Bawang merah dipilih untuk tumpang sari karena banyak petani di Garum yang menanamnya.  Sementara tidak sedikit pula yang tertarik dan menanam tembakau.

“Dua varietas ini kami padukan. Dan berikutnya kami bandingkan dengan petani bawang merah yang monokultur di daerah sini dengan varietas yang sama bawang merahnya. Kita akan lihat nanti, apakah ada perbedaan produksi, apakah ada beda besar umbi dan apakah ada beda jumlah umbi. Kemudian untuk tembakaunya, kami ingin gali dosis pupuk yang sesuai dengan K326 di wilayah Garum,” terang Djajadi.

Sementara untuk di BPP Kademangan, Balittas dan Dinas Pertanian dan Pangan mengujicobakan dan menanam tembakau semi aromatis varietas prancak 95. Tembakau varietas ini merupakan tembakau yang digunakan untuk pemberi rasa dan aroma rokok kretek.

“Kami pilih tembakau aromatis untuk daerah Kademangan, karena kondisi alam di Kademangan ini lahanya berkapur dan merupakan tadah hujan. Artinya lahan kering yang sangat sesuai dengan tembakau semi aromatis ini. Untuk mengetahui kesesuaianya, kami dukung dengan teknologi semi kompos dan dosis pupuk yang tepat,” ungkapnya.

Diharapkan pendampingan, terobosan serta inovasi dari Dinas Pertanian dan Balittas ini dapat memberikan alternatif ragam tanaman bagi para petani. Serta meningkatkan kualitas produksi tembakau di Kabupaten Blitar.

“Kami mendorong alternatif bagi petani tembakau di Blitar. Supaya ada banyak pilihan varietas yang bisa di pasarkan di industri,” pungkas Djayadi. (Eko.B)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.