Polemik Petani Martapura Barat dan Komisi Irigasi

oleh -12 views

MARTAPURA – Kordinator BPP Martapura Barat Danil Bangsawan atas instruksi kepala dinas TPH kabupaten Banjar Ir.HM,Fachry MP kembali melayangkan surat permohonan penundaan pengeringan irigasi yang dijawalkan tanggal 18 Juli hingga 31  Agustus 2020.

Sesuai Rapat di Dinas PUPR Kabupaten Banjar kesepakatan bahwa pengeringan dilaksanakan pada bulan Januari-Februari. Hal ini bertolak belakang apabila dilaksanakan pada tanggal 18 Juli-31 Agustus 2020 dimana pada bulan Juli-Agustus 2020 petani yang ada di Martapura Barat khususnya daerah irigasi sangat memerlukan air untuk Pertumbuhan Tanaman Padi.

Hal ini juga mengingat pada jadwal pengeringan dan pemeliharaan yang dilakukan pada tahun 2018,yang mana jadwal dilakukan pada bulan Juli-Agustus yang mengakibatkan pertumbuhan Padi di daerah kami khususnya daerah irigasi terganggu akibat kekeringan yang begitu lama dan hampir gagal panen dan pada tahun ini karena mundurnya jadwal tanaman akibat perubahan iklim dimana sering turun hujan mengakibatkan air disawah dalam sehingga kegiatan tanam tidak bisa dilakukan.

Padi lokal banyak yang tidak bisa ditanam diganti dengan Padi Unggul(umur tanaman 125 hari).Kegiatan tanam padi unggul dilakukan pada bulan Juni dan Juli dimana tanaman sangat membutuhkan air pada tiga bulan kedepan yaiut pada bulan Juli,Agustus dan September.

Jika pada bulan Juli dan Agustus dilakukan pengeringan otomatis banyak tanaman yang akan terancam kekeringan.Perkiraan BMKG pada bulan Juni dan Juli sudah mulai kemarau.Dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini,dimana ketahanan pangan menjadi prioritas Pemerintah, karena jika banyak gagal panen maka akan sangat berpengaruh pada ketahanan pangan khususnya dikecamatan Martapura Barat.

Sekali lagi kami mohon bapak menunda pelaksanaan pengeringan dan pemeliharaan sampai dengan tanggal 1 Oktober 2020 hal ini sesuai permintaan dari para petani,kelompok tani dan gapoktan yang ada di Martapura Barat khususnya daerah irigasi. Demkian surat tertulis permohonan penundaan pengeringan irigasi primer  yang dilayangkan ke komisi irigasi dinas PUPR kabupaten Banjar  dengan tembusan ke komisi pengairan PUPR provinsi Kalimantan Selatan.

Kebingungan para petani yang terhimpun pada 130 kelompok tani tersebut  sangat bertolak belakang dengan kesepakatan, mengingat adanya surat edaran dari komisi irigasi bahwa pengeringan dalam ragka pemeliharaan saluran primer tetap dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2020.

Informasi tersebut  diperkuat dengan adanya surat edaran dari dinas perikanan kabupaten Banjar yang intinya agar para petani ikan disepanjang aliran irigasi riam kanan pada bulan Juli hingga Agustus 2020 tidak aktif karena tidak ada air irigasi.

Ditengah gencarnya  kekhawatiran petani  sawah irigasi terutama di desa Sungai Batang Ilir yang lokasinya dikawasan irigasi primer kondisi sekarang  tanam padi unggul yang masa tanamnya tidak serempak karena kedalaman air pasca banjir, tidak kurang dari 350 hektar  terancam bila bulan Juli hingga Agustus 2020 tetap dilaksanakan pengeringan.

Ketua Gapoktan Tani Makmur desa Sungai Batang Ilir Suladi menambahkan, Ketua Kelompok Tani se Martapura Barat sepakat mengajukan kembali permohonan penundaan ke bulan Oktober  2020 atau pasca panen padi unggul.

Ayi Kuswana.

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.