oleh

Ponpes Blitar, Memberlakukan Isolasi Mandiri, Bila Santrinya Pingin Mondok

-Blitar-6 views

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, sebentar lagi akan menerapkan era New Normal.

Tidak ketinggalan, proses pembelajaran di Pondok Pesantren di Kota Blitar juga akan dibuka kembali saat pemberlakuan new normal atau normal baru di masa pandemi virus covid-19.

Pembelajaran di ponpes tetap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan bahwa, untuk sektor pendidikan yang mulai dibuka kembali saat pemberlakuan normal baru, diantaranya proses pembelajaran di Pondok Pesantren (Pinpes).

“Pembelajaran di Ponpes akan dibuka lagi dengan syarat tetap menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19,” kata Hakim, kepada awak media, Kamis 11-06-2020.

Menurutnya, saat ini para pengelola Pondok Pesantren diminta menyiapkan sarana prasarana penerapan protokol kesehatan di lingkungan Pondoknya.

Ponpes juga harus membentuk Gugus Tugas di lingkungan Pondok Pesantren.

“Nanti akan dibentuk ponpes tangguh, tiap pondok menyiapkan satgas dari kelompok santri. Satgas ini bertugas mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di lingkungan Pondok Pesantren,” jlentreh Hakim.

Selanjutnya Hakim mengatakan bahwa, tidak hanya itu, sebelum memulai pembelajaran, para santri harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pengelola diminta menyiapkan tempat isolasi mandiri untuk para santri di lingkungan Pondok Pesantren.

“Kedatangan santri diatur secara bertahap. Misalnya, santri perempuan datang dulu dan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di pondok. Setelah itu, giliran santri laki-laki masuk dan isolasi mandiri dulu,” tegasnya.

Selain Pondok Pesantren, menurutnya, sejumlah lembaga pembelajaran informal seperti tempat kursus juga mengajukan bisa beroperasi lagi saat normal baru ke Gugus Tugas.

Gugus Tugas masih membahas soal beroperasinya kembali lembaga pembelajaran informal dengan Dinas Pendidikan.

“Banyak lembaga pembelajaran informal yang mengajukan bisa beroperasi lagi, kami masih membahas masalah itu dengan Dinas Pendidikan,” terang Hakim.

Namun, untuk pendidikan formal SD dan SMP masih belum tahu kapan bisa memulai proses pembelajaran kembali.

Gugus tugas masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan terkait pembelajaran kembali di pendidikan formal.

“Kami belum tahu kapan proses pembelajaran di pendidikan formal dimulai lagi. Kami masih menunggu keputusan pemerintah pusat, apakah sampai akhir tahun ini atau seperti apa. Karena butuh banyak pembenahan di pendidikan formal,” pungkasnya.

Eko

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed