oleh

Pemkab Trenggalek Bersiap Sambut Tatanan Normal Baru 

Trenggalek,Infobanua.co.id – Bupati Trenggalek,Mochamad Nur Arifin bersama Forkopimda maupun beberapa tokoh Agama dan tokoh Masyarakat yang ada di Kabupaten Trenggalek, membahas era New Normal dengan fokus pada kegiatan Pesantren,TPA/TPQ dan kegiatan Keagamaan.

“New Normal di Kabupaten Trenggalek, kita fokus untuk membuka dulu kegiatan di Pesantren TPA dan TPQ, kemudian juga kegiatan sosial keagamaan masyarakat sekitar,” ujar Bupati Moch. Nur Arifin,Jumat (12/6) di gedung Smart Center,Trenggalek.

Lanjut Bupati Arifin “Pada prinsipnya di Trenggalek tidak ada penyebaran lokal, sehingga new normal dilakukan secara bertahap,” terangnya

Menurut pemimpin muda ini dengan status zona kuning (resiko rendah) di Jawa Timur, maka santri lokal bisa segera masuk. Namun hal ini tidak berlaku pada santri dari luar Trenggalek, lebih-lebih santri dari Kabupaten/ Kota terdampak PSBB.

“Untuk santri dari luar kota wajib dan diberlakukan surat sehat yang salah satu syaratnya adalah Rapid Test atau menunjukkan hasil Rapid Test. Selain itu pesantren harus mempersiapkan asrama khusus, agar mereka bisa melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu,” ujarnya

Sedangkan untuk segala pembelajaran harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu jaga jarak, pakai masker.Pengelola Pondok pesantren juga wajib menjaga kebersihan pondok dan untuk kegiatan sosial keagamaan yang lain,yang penting sepengetahuan dan dapat ijin dari satgas Desa, bisa dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Untuk menyambut era new normal Pemkab Trenggalek telah menyiapkan surat edaran untuk dua tatanan itu. Dimaksudkan dengan tatanan ini peribadatan dan segala kegiatan di pesantren dapat berjalan namun protokol kesehatan juga tetap dilakukan.

“Dengan begitu resiko penyebaran Covid 19 dapat diminimalisir, sehingga keamanan Kyai dan santrinya dapat terjaga,” pungkasnya

penulis : Sarno

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed