oleh

Para Pecinta Alam Blitar, Bersihkan Sampah Disekitar Kawasan Wisata Makam Bung Karno

Blitar, Infobanua.co.id – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan budaya, mengingat dulunya tumpukan sampah yang ada ini, dulunya merupakan sebuah mata air, dikenal masyarakat sebagai Sumber Tangis.

Akhirnya sejumlah pecinta alam mulai dari Pelestari Makam Bung Karno, Sahabat Alam Blitar, ICB, Teman Kresekman, dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, bergotong-royong membersihkan tumpukan sampah di timur Perpustakaan Nasional Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Sabtu 13-06-2020.

Sejak pagi para komunitas ini mengeruk tumpukan sampah, selanjutnya dengan truk milik DLH dipindahkan sampah-sampah itu ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) setempat. Dari empat armada saja bolak-balik sebanyak enam kali sehingga ada sekitar 24 rit sampah berhasil dikeruk.

Kasi Sarana Prasarana dan Pengangkutan Sampah DLH Kota Blitar, Suharto mengatakan bahwa, kalau sudah menjadi kebiasaan masyarakat membuang sampah di ledokan sumber mata air ini. Dia berharap dengan gotong-royong komunitas membersihkan tumpukan sampah bisa mengedukasi masyarakat untuk tidak lagi buang sampah ke tempat yang tidak semestinya.

“Tadi teman-teman Pelestari Makam Bung Karno, Sahabat Alam, ICB dan Kresekman dan Mas Heru Brilian bergerak peduli lingkungan. Bahkan di sini ikut bergabung Pak Sikok keturunan Tionghoa turut membantu menerjunkan truknya, sungguh kita apresiasi sekali. Karena di sini masuk kawasan Makam Bung Karno yang merupakan icon Kota Blitar yang juga kebanggaan negeri,” jlentreh Suharto.

Setelah tumpukan sampah sudah bersih bentul, akan diberikan sosialisasi ke masyarakat sekitar untuk tidak buang sampah di tempat ini lagi. Karena bukan hal mustahil bila lingkungan seperti sumber air ini bila terjaga keasrian, bisa menjadi daya tarik menjadi wisata alam.

“Kota Blitar ini meski kota, sebenarnya punya banyak sumber mata air. Seperti di Bendogerit ini yang dulunya Sumber Tangis kalau dihidupkan kembali dari tumpukan sampah bisa menjadi wisata edukasi air,” jelasnya.

Di tempat yang sama Budi dari Sahabat Alam Blitar menceritakan bahwa, tumpukan sampah di Sumber Tangis ini menjadi hal yang berat. Namun setelah dia membagikan keluhannya ke komunitas seperti gayung bersambut mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Ketika melihat kerusakan lingkungan kita selalu menggalang dukungan dari kawan pencinta lingkungan untuk gotong-royong. Harapan kita lingkungan tetap lestari, sehat dan tidak menimbulkan bibit penyakit akibat tempat tinggal kita dipenuhi sampah,” pungkasnya. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed