oleh

Pengunaan Masker Masih Terabaikan Oleh Pekerja Pa’bettang Rumput Laut.

Nunukan – Masih Banyak Pa’bettang/Pengikat Rumput laut Tidak Kenakan Masker Saat Bekerja ini menjadi Atensi bagi tim Covid-19 kabupaten nunukan.

Nunukan Kaltara jumat 12/06/2020 Ir.H.Suhadi.M.si kepala Dinas Perikanan kabupaten Nunukan meninjau langsung lokasi tempat pa’bettang Rumput laut di mamolo kelurahan tanjung Harapan nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara .

Menurut Ir.H suhadi melihat secara Langsung kondisi dilapangan beberapa lokasi tempat Pa’bettan tau tempat mengikat Rumput laut masih sebagian besar mengabaikan Protokol kesehatan para Pekerja utamanya para Ibu-Ibu kurang kesadaran dalam mengunakan Masker pada Hal betapa bahayanya covid-19 tidak sedikit manusia, yang jadi korban dampak Corona virus disease (Covid-19).

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nunukan Suhadi menilai kesadaran tentang bahaya covid -19 di kalangan para pengikat tali rumput laut atau yang lebih dikenal sebagai pa’bettang, khususnya yang bekerja di wilayah Mamolo, Nunukan Selatan, sampai saat ini masih relatif rendah.

Hal itu dapat dilihat dari masih banyaknya pa’bettang atau pekerja pengikat rumput laut yang tidak mengenakan masker dan sarung tangan pada saat bekerja.

Lanjud Suhadi mantan Kepala dinas kehutanan kabupaten nunukan masih Ada sebagian pabettang yang memang tidak membawa masker dari rumah, tetapi tidak sedikit pula yang sebetulnya punya membawa masker tapi tidak digunakan hanya disimpan di dalam tas atau kantong pakaiannya.

padahal semestinya masker tersebut harus selalu dipakai pada saat bekerja maupun tidak bekerja apalagi sekarang nunukan Selatan sudah disosialisasikan wajib mengunakan Masker mengingat pekerjaan Pabettang selalu dilakukan secara berkelompok sehingga berpotensi terpapar covid – 19.

“Hari Jumat lalu saya bersama Habir (Koordinator Asosiasi Pembudidaya Rumput Laut Kabupaten Nunukan) mengunjungi beberapa lokasi kerja para pa’bettang (pengikat rumput laut) khususnya di Mamolo, dari situ saya melihat masih banyak pa’bettang yang mengabaikan tidak menggunakan masker saat bekerja.

Padahal sosialisasi kepada mereka sudah seringkali dilakukan, baik oleh penyuluh perikanan, dari asosiasi maupun pemerintah,” kata Suhadi.

Situasi tersebut, menurutnya harus menjadi atensi semua pihak, khususnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19. Karena jika terus dibiarkan dikhawatirkan akan muncul anggapan di kalangan pa’bettang bahwa situasi saat ini sudah normal kembali dan tidak perlu mengenakan masker saat berada di luar rumah. (Amsal Yusuf)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed