Polresta Blitar, Siap Kawal Pemulasaraan Jenazah di Rumah Sakit Rujukan Corona

oleh -5 views

Blitar, Infobanua.co.id – Diberitakan beberapa hari yang lalu, telah marak aksi penjemputan jenazah secara paksa oleh pihak keluarganya.

Biasanya pihak keluarga ingin memproses pemulasaran jenazah secara pribadi tanpa protokol penanganan covid-19.

Untuk mengantisipasi aksi serupa, Polres Blitar Kota langsung melakukan koordinasi dengan RSUD Mardi Waluyo sebagai rumah sakit rujukan pasien covid-19 di Kota Blitar.

Secara langsung, Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M. Sinambela meminta pihak rumah sakit segera menghubungi petugas kepolisian dan TNI untuk melakukan pengamanan, apabila ada pasien covid-19 baik yang masih berstatus PDP maupun sudah terkonfirmasi positif yang meninggal.

Secara continew kepolisian juga melakukan patroli ke rumah sakit rujukan covid-19. Patroli dilakukan 2 kali sehari. Setiap hari juga ada dua petugas yang disiagakan di rumah sakit rujukan.

“Kita antisipasi awal. Saya langsung datang ketemu Direktur RS Mardi Waluyo, untuk berkoordinasi terkait hal ini. Bahkan, sudah kami buatkan surat perintah untuk menurunkan personel sebagai langkah antisipasi. Jadi, nanti jika ada info PDP atau positif covid-19 meninggal, sesuai SOP pihak rumah sakit akan menghubungi kami. Kemudian, kami bersama Kodim 0808 akan langsung menurunkan personel untuk pengamanan,” kata Kapolresta Blitar, AKBP Leonard M. Sinambela, Minggu 14-06-2020.

Menurut Leonard, pihaknya juga terus melakukan upaya edukasi kepada masyarakat terkait protokol penanganan jenazah pasien covid-19. Dia menggarisbahwahi bahwa upaya mengambil paksa jenazah dapat menimbulkan dua akibat.

“Yang perlu dicatat, ada dua akibat yang akan terjadi jika hal ini dilakukan. Pertama, perbuatan tersebut jelas melanggar hukum yang ada di Pasal 214 KUHP. Jadi, sudah pasti akan diproses secara hukum. Kedua, risiko penularan sangat tinggi. Ingat, jangan sampai ada klaster baru. Karena kita sudah masuk dalam zona kuning,” jlentrehnya.

Selanjutnya Leonard menerangkan bahwa, sampai kini di wilayah hukum Polres Blitar Kota kondisi pemulasaran jenazah pasien covid-19 masih bisa dikendalikan. Tidak ada keluarga pasien yang membawa paksa pulang jenazah. Di sisi lain, juga tidak ada penolakan pemakaman pasien terkait covid-19 baik yang positif maupun yang berstatus PDP.

“Sampai saat ini masih bisa dikendalikan. Namun, upaya antisipasi tetap kita lakukan,” jlentrehnya. Eko

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.