Petugas Kai Tutup Mata Terkait Perselisihan Penyewa Asset

oleh -4 views

Kudus, infobanua.co.id – Berawal dari informasi warga terkait perselsihan warga penyewa di titik Km 25-100/300 Tembiring Demak,lintas non operasi DAOP IV Semarang.

Betdasarkan keterangan warga, bahwa lokasi tersebut sudah disewa oleh Sunardi warga Desa Kalikondang RT.03/RW.04 Demak namun dilapangan Ibu Tutik juga mengaku sebagai penyewa bahkan sudah menyiapkan material untuk membangun.

Dari informasi dan klarifikasi yang dihimpun team media ini,ke beberapa pihak terkait permasalahaan ini (22/4) Dikantor Pengelolaan Asset KAI Kudus,team hanya ketemu salah satu staf,dan akan disampaikan kepimpinan yang bertanggung jawab bapak Dwi Joko, karena kondisi Covid, beliau sedang From Work Home, dijanjikan besok sudah sampai Kantor lagi.

Team kembali hadir kekantor namun nihil, dan kantor keadaaan tertutup,salah satu petugas saat dihubungi masih dilapangan waktu hampir pukul 10.30.dan akhirnya kami putuskan dengan setengah memaksa untuk meinta nomor HP bapak Joko.

Saat kami coba telp seluler dan WA, beberapa kali tidak ada jawaban.Dan akhirnya melaluai pesan singkat WA kami minta klarifikasi terkait konflik penyewa asset di Demak yang mengatas namakan Pak Joko baru kami di jawab melalui sambungan WA, dijelaskan, kalau dirinya belum tau informasi apapun, terkait perselisihan penyewa tersebut.

Namun saat didesak terkait informasi bahwa penyewa atas nama Sunardi, namun ibu Tutik mengaku sudah dapat Restu Dari pak Joko,,begini mas terkait hal tersebut memang saya pernah dengar saat kami sosialisasi di Demak bahwa buk Tutik sudah melakukan sewa ke Sunardi, ya intinya kami perlu klarifikasi keduanya, namun kami punya waktu minggu depan kami untuk memanggil keduanya ke kantor Kudus, jelasnya.

Diwakru yang sama team media ini juga mengklarifikasi kepada Bapak Sunardi selaku penyewa, sambil menununjukan, foto copy perjanjian sewa dari KAI yang berlaku pada tanggal 01 Juli 2019-2024.

Menurut mbah Din, pihaknya sangat menyayangkan pihak KAI pak Joko, kenapa disaat seperti ini team KAI sulit di hubungi, baik bapak Munir,Kusnan padahal kita juga sudah pernah kerjasama, “ungkapnya.

Dijelaskannya kalau peristiwa ini, berawal dari Heru mengaku utusan Ibu Tutik meminta tempat di daerah Tembiring untuk usaha salon,kepada pak Sunardi,di sanggupinya hingga muncul DP untuk sewa lahan tersebut.

Kalau Bu Tutik meklaim lokasi sewa yang di tanah KAI,itu jelas tidak benar karena saat kami klarifikasi ke bu Tutik dia gak mau menjelaskan dan tidak ada urusan sama saya padahal dia tahu kalau saya penyewa nya, tetapi Heru sendiri juga tidak mau menjelaskan yang sebenarnya terkait DP tersebut, padahal saya punya dua lokasi di sekitar tembiring tersebut, seadainya benar pun itu kan hanya uang muka saja kan belum ada perjanjian apapun terkait sewa dan obyeknya sendiri.

Namun faktanya ibu Tutik tetap ngotot untuk membangun ditempat tersebut dengan mengatas namakan Bapak Joko KAI,yang tidak ngerti adalah pihak KAI sendiri saat kami telp tidak ada yang mau berani ngangkat.Padahal seadainya pihak KAI mau memidiasi pasti tidak berlarut larut permasalahan ini, ada apa.. Ungakap mb Din.

(VIO SARI.S.E., LS, BM)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.