oleh

Dua Orang Pelaku Pengedar Obat-obatan Tanpa Ijin Berhasil Dibekuk Satuan Reserse Polres Demak

JATENG (Demak), infobanua.co.id – Satuan Reserse Polres Demak berhasil membongkar peredaran obat-obatan tanpa izin. Dua tersangka berhasil diamankan beserta barang bukti sekitar 115 butir obat dari berbagai jenis diantaranya Hexymer, Trihexyphenidyl, Dextromethorpen.

Dua tersangka diamankan masing masing berinisial MC alias Betik (30) warga Lamper Lor Semarang Selatan, dan AS (48) beralamat Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Kapolres Demak AKBP Fidelis Purna Timoranto S.I.K, SH, M.SI, melalui Kasat Reskrim Polres Demak AKP Fachrur Rozi SH. S.I.K, mengatakan dalam modusnya dua tersangka mengedarkan obat obatan tersebut dalam plastik klip, dan dijual secara bebas di wilayah Kecamatan Mranggen dan tidak dibatasi dalam pembelian. Berbagai macam obat tersebut diperoleh tersangka dari seseorang yng masih dalam penyelidikan, yng dikenal pelaku melalui media online dan obat obatan tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi dan pembayarannya dilakukan lewat tranfer bank.

“Sedangkan pembelinya dari kalangan remaja dan menurut tersangka digunakan untuk mendapat sensasi fly/tenang apabila diminum melebihi dosis, dan sesuai data yng ada beberapa pelaku begal, pengeroyokan dan kejahatan jalanan lainnya. Para pelaku sebelum melakukan aksinya minum obat tersebut untuk menambah keberanian,” ungkap AKP Fachrur Rozi SH. S.I.K, Selasa (16/06/2020).

Hasil penyidikan terungkap tersangka sudah mengedarkan obat obatan tanpa izin kurang lebih selama dua bulan, dan akhirnya kegiatan tersangka terendus oleh Satriskrim Polres Demak setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Kedua tersangka dijerat Tindak Pidana setiap orang yng dengan sengaja memproduksi dan mengedarkan persediaan farmasi atau alat kesehatan yng tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan, dan mutu atau orang yng tidak mempunyai keahlian dan kewenangan untuk melakukan praktek kefarmasian sebagaimana diatur dalam Pasal 196 atau Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman Pidana penjara maksimal 15 Tahun dan denda 1,5 milyar,” pungkasnya. (Hartadi Setiawan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed