oleh

Tak Punya Penghasilan. Aktifitas peti di hentikan

Sekadau – Terhentinya kegiatan Peti, membuat warga kurangnya mata pencarian dari segi ekonomi, tentu juga sedikit banyak adap dampak terhadap ekonomi masyarakat, karna meskipun kegiatan tersebut memang melangar hukum,namun dari segi ekonomi kegiatan peti tersebut sangat mendukung mata pencarian ekonomi kami, membantu,masyarakat sekitar, sebab, jika ada kegiatan kerja maka secara ekonomi pasti berjalan.

“Apalagi di masa Pandemi corona covid 19 seperti ini, sangat keterbatasan kami untuk beraktifitas di luarkota warga sangat kesulitan untuk mencari pekerjaan, maka dengan adanya kegiatan Peti di wilayah kami rasa sangat menbantu, karna warga bisa bekerja untuk menyambung hidup,”kata Rat salah seorang warga Sungai Ayak I kepada media ini,Selasa (16/6/2020) di Sekadau.

Menurut dia, selain itu kalau ada kegiatan kerja, ibu-ibu juga bisa jualan kue, sayur dan kebutuhanpokok lain nya, kepada karyawan kerja, dengan begitu ada perputaran ekonomi ditengah masyarakat.

“Kalau menurut saya wajar kalau kegiatan Peti menjadi penyambung ekonomi masyarakat di masa Pemdemi corona ini. Sebagai warga, kami minta aparat mengerti untuk sementara ini, karna tanpa kegiatan Peti terus terang, kami kesulitan ekonomi,”ucapnya.

Mau Noreh getah,harganya hanya berkisar 4 sampai 5 ribu perkilo, untuk mendapat uang 50 ribu sehari saja sangat susah. Jika hanya Noreh getah. Selain dari pekerjaan peti kami tidak ada pekerjaan lain, apa lagi masyarakat sangat membutuhkan pekerjaan, di masa pandemi covid 19. Juga terbatas waktu untuk keluar kota,

Untuk itu sebagai warga kami minta pengertian aparat, memang kami sadar kalau pekerjaan itu di larang UU.

“Tapi urusan perut saya rasa lebih utama, kendati kami sadar itu kalau pekerja peti melanggar UU, namun, kami mohon juga aparat memperhatikan sumber penghasilan warga,” lebih penting, karna ini lah untuk menyambung, ekonomi kami, pintanya.

Venan

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed