oleh

Dampak Pilkada Diundur, Pemilih Pemula di Kota Blitar Bertamah

Blitar, Infobanua.co.id – Setelah Pilkada Serentak tahun 2020 di umumkan oleh KPU Pusat, KPU Kota Blitar sibuk mempersiapkan pemutakhiran data pemilih Pilwali Blitar 2020. Saat ini, KPU Kota Blitar masih menunggu tambahan data pemilih pemula dari KPU RI.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Perencanaan Data dan Informasi, Ninik Sholikhah, mengatakan bahwa, sudah menerima Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dari KPU RI. Jumlah DP4 Kota Blitar sebanyak 16.000 pemilih.

“DP4 yang kami terima sudah kami siapkan berbasis RT/RW. Kemarin akan kami turunkan ke PPS lewat PPK. Tapi, karena ada informasi tambahan data pemilih pemula, akhirnya belum jadi kami berikan ke PPS. Kami menunggu tambahan data pemilih pemula,” kata Ninik, kepada awak media, Jum’at 19-06-2020.

Menurut dia bahwa, tambahan data pemilih pemula itu dampak dari penundaan pelaksanaan Pilkada serentak yang semula dijadwalkan 23 September 2020 mundur menjadi 09 Desember 2020.

Penundaan pelaksanaan Pilkada serentak akibat pandemi Covid-19.

“Akibat penundaan pelaksanaan Pilkada serentak yang mundur tiga bulan itu otomatis ada tambahan data pemilih pemula,” jlentrehnya.

Lebih lanjut Ninik menerangkan bahwa, sebelumnya KPU Kota Blitar sudah menerima data pemilih pemula dari Dispendukcapil Kota Blitar.

Data pemilih pemula dari Dispendukcapil sebanyak 1.000 pemilih.

Data pemilih pemula dari Dispendukcapil itu untuk Pilwali Blitar yang dilaksanakan pada 23 September 2020.

“Sebanyak 1.000 data pemilih pemula dari Dispendukcapil itu untuk pelaksanaan Pilwali pada 23 September 2020. Sekarang pelaksanaan mundur jadi 09 Desember 2020, otomatis data pemilih pemula juga bertambah,” jelasnya.

Sementara itu Plt. Kepala Dispendukcapil Kota Blitar, Imam Muslim mengatakan bahwa, sampai sekarang ada sekitar 5.000 warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

Sejumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP itu mulai usia 17 tahun sampai 60 tahun.

Dispendukcapil akan melakukan percepatan perekaman e-KTP untuk persiapan menghadapi Pilwali Blitar 2020.

Rencananya, Dispendukcapil akan menyisir data warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Jumlahnya lumayan banyak, ada 5.000 lebih yang belum perekaman e-KTP. Tapi, kami ragu dengan data warga yang berusia 50 tahun ke atas tapi belum perekaman. Rencananya akan kami sisir ke lapangan untuk memastikan data itu,” terangnya.

Dia khawatir data sejumlah warga berusia di atas 50 tahun tapi belum melakukan perekaman e-KTP itu merupakan data ganda.

Artinya, warga itu sudah tercatat sebagai penduduk daerah lain, tapi NIK KTP di Kota Blitar belum dihapus.

“Nanti, dari hasil penyisiran, kalau ditemukan mereka sudah tercatat menjadi penduduk daerah lain, NIK di Kota Blitar akan kami hapus. Perkiraan Juli 2020 akan kami lakukan penyisiran ke rumah warga,” pungkasnya. (Eko.B).

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed