oleh

Kasus dugaan suap melibatkan Bupati Halsel, itu tidak benar

HALSEL- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Bahrain Kasuba Menanggapi Pernyataan yang disampaikan LSM Fron Anti Korupsi Indonesia Melalui media Sosial (Medsos) Terkait Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil sejumlah saksi guna mendalami kasus dugaan suap dan yang melibatkan Bupati (Halsel), Itu tidak benar.

Menurutnya. Apa yang disampaikan ketua LSM (FAKI) Dani Haris Purnawa Itu merupakan kekeliruan, Bahkan dirinya menyampaikan bahwa KPK selama ini tidak memeriksa 3 saksi soal suap maupun Gratifikasi. Apalagi didalam pernyataannya menyebutkan ada  sala satu kontraktor melakukan terhadap dirinya.

” Artinya secara pribadi dan atas nama pimpinan saya merasah sangat dirugikan, selain itu saya juga sebagai bupati kabupaten Halmahera selatan (Halsel) kemudian menyebutkan ada dugaan Suap dan Gratifikasi yang melibatkan para pejabat dan kontraktor di Kabupaten Halsel, itu tidak benar” kata Bupati Halsel Bahrain kasuba kepada media ini melalau WahadsAp, Minggu (21/06/2020).

Bahrain mengatakan, Pihaknya sangat kesal atas fitnah yang disampaikan oleh LSM (FAKI) terhadap dirinya dengan pihak kontraktor saling jual beli proyek pada 2018 lalu dengan dalil suap dan Gratifikasi dengan nilainya 2,5 miliar rupiah.

” Saya dengan pihak kontraktor pada Tahun 2018 tidak ada transaksi jual beli proyek dengan nilai 2,5 miliar dan ini adalah fitnah,” Pungkas Bahrain sembari menyebutkan Selama kita berada pada jalan yang benar, kita selalu di mudahkan dalam mencapai tujuan kita.

Hana Rajilun

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed