oleh

Kades Ambalut Kembangkan Agro Wisata dan Agro Buah-buahan

Tenggarong,infobanua – Kepala Desa Ambalut Yahya akan membangun agro wisata dan agro buah buahan di areal lahan 3 ribu hektar lebih. Nantinya juga dibangun agro wisata dan kolam renang, tempat bermain , tempat usaha masyarakat untuk berjualan warung makan dan angringan,berserta tempat parkir.

“Saat ini kita rancang rancang 2 ,5 hektar untuk lokasi agro wisata. Yang kami perkirakan tahun 2023 pembangunan akan selesai. Disana ditanam agro buah buahan ,yang sudah tanam,dan hampir 5 hektar yang sudah ditanam bibit unggul mangga,jeruk,rambutan,jambu,durian,” katanya.

Kata Kades Ambalut, sedangkan lahan yang tersisa akan dibangun fasilitas seperti water boom. “Untuk mempercepat pembangunan siapa saja ingin berinfestasi di Desa Ambalut kami persilakan dan terbuka. Yang peting di sesuaikan adat dan budayanya masyarakat setempat, menciptakan peluang usaha masyarakat kedepan kerena tidak lama lagi perusahaan akan tinggalkan kita,hanya tinggal dampaknya saja lagi,maka dari sekarang saya selaku kepala desa minta dukungan kerja sama,untuk membangun kampung Etam ambalut,” katanya.

Kata Yahya,  ambalut desa ambalut kampung tuha ,kecamatan tenggarong seberang Kukar ,saat ditemui wartawan baru baru ini ditempat usaha usahanya,yang sudah ditekuni sebelum jadi kepala Desa.

Yahya,sudah usaha petani karamba ikan di sungai Mahakam ,memang beliau dikenal masyarakat Desa ambalut satu satunya putra deerah yang hidup selalu ramah,santuh mudah diajak berdiskusi, dengan siapa saja, saat masyarakat dampak 19 kovid 19 semua kita selesaikan hak hak masyarakat walau 19 kategori tidak masuk.

“Tapi kami dari pihak perentahan desa tetap membagi seperti, BLT,sambako,dari pihak perintahan,pihak perusaha ,swasta,maupun secara pribadi kepala Desa Yahya,dan juga kepala desa minta maaf kepada masyarakat yang tidak dapat minta maaf kerena terkena dampak ada 2 ,,1,dampak sosial 2.terdapak ekonomi.yang dapat hanya terdampak ekonomi.,” pungkasnya. din

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed