oleh

PKB Tidak Menghendaki Calon Tunggal Pilkada 2020 di Kab.Blitar

Blitar, Infobanua.co.id – Lima tahun yang lalu, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Blitar, karena tidak ada yang mecalonkan kecuali pasangan Rijanto – Marheinis Urip Widodo menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Yang akhirnya Rijanto – Marhaenis UW melaju sendiri, sehingga menghatarkannya sebagai orang nomor satu dan dua di Pemkab.Blitar.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar tidak ingin pilkada 5 tahun silam tersebut kembali terulang pada tahun ini.

“Pilkada calon tunggal, merupakan kecelakaan sejarah politik di Kabupaten Blitar dan hal ini tidak boleh terulang,” kata Sekretaris DPC PKB Kabupaten Blitar Imron Rosyadi, kepada awak media, Selasa 23-06-2020.

Menurut Imron, lima tahun silam, pasangan Rijanto-Marheinis yang diusung PDI Perjuangan menjadi pemenang pilkada calon tunggal.

Pasangan Rijanto-Marheinis melawan bumbung kosong karena tidak ada partai lain yang mendaftarkan jagonya ke KPU.

Sementara Ketua DPD PDIP Provensi Jawa Timur Kusnadi mengatakan bahwa, di Kabupaten Blitar ada potensi terjadi kembali calon tunggal, yakni pasangan petahana Rijanto-Marheinis.

Imron Rosyadi menegaskan, pilkada calon tunggal adalah alarm buruk demokrasi. Meski ada pilihan setuju atau tidak setuju, bagi Imron calon tunggal adalah demokrasi semu.

“Rakyat Kabupaten Blitar harus mendapat pilihan pasangan lain. Calon tunggal hanya demokrasi semu,” ungkap Imron.

Kendati demikian, Imron tidak memungkiri potensi calon tunggal di Kabupaten Blitar memang ada. Sebab praktik kartel partai politik, yakni memborong partai politik dengan tujuan menenggelamkan kekuatan politik alternatif, sangat mungkin terjadi. Skema yang biasa dimainkan adalah calon tunggal atau calon boneka.

Sebagai parpol dengan perolehan kursi terbesar kedua (9 kursi) di Kabupaten Blitar, PKB tidak akan membiarkan kebobrokan demokrasi itu terjadi. Di sisi lain dengan munculnya platform NU Blitar Bersatu, PKB juga telah memiliki modal politik yang besar.

“Karena PKB masih kurang kursi, sampai saat ini kami intens melakukan ikhtiar komunikasi politik dengan pimpinan parpol lain,” jlentrehnya.

Masih menurut dia, bahwa sejauh ini belum ada nama pasangan calon yang diajukan ke DPP untuk mendapat rekomendasi.

Saat ini, PKB masih menggodok sekaligus menimbang sejumlah nama yang dari segi bibit, bobot, dan bebetnya apakah layak diusung atau tidak.

“Karena kami tidak sekedar menggugurkan kewajiban atau sekedar meramaikan pesta demokrasi. Calon yang kami usung nanti harus betul betul layak sekaligus bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Blitar,” jlentrehnya.

Untuk diketahui di sela peringatan Haul Bung Karno, di Makam Bung Karno, 20 Juni kemarin, Ketua DPD PDIP Provensi Jawa Timur Kusnadi mengatakan bahwa, Kabupaten Blitar berpotensi terulang pilkada calon tunggal. Selain Kabupaten Blitar adalah Kabupaten Kediri.

Bagi Kusnadi pilkada calon tunggal juga demokratis. Menurut dia, tidak ada hak rakyat yang dibunuh. Rakyat masih bisa memberikan pilihan setuju atau tidak setuju dengan pasangan calon tunggal yang ada. (Eko.B)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed