oleh

Dari Surat Rehab Sampai Perbedaan Jumlah Barang Bukti Banyak Tidak Tahu

Sampit, Inforbanua.co.id – Dua tersangaka kepemilikan narkotika jenis sabu, Juniansyah alias Ejon dan Kiky Muljoyono menyebutkan tidak mengetahui secara persis apakah M Erwin Toha anggota DPRD Seruyan yang ditangkap bersama mereka mengantongi surat rehabilitasi atau tidak.

” Kami kalau soal itu (surat rehabilitasi Erwin), tidak tahu dan mengerti” Ucap Ejon ketika dibincangi.

Demikian juga dengan tersangka Kiky, ketika dibincang saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur. Akan tetapi dari keterangan Erwin sebagai saksi di perkara Ejon megakui, tidak pernah direhabilitasi dan hanya saja sempat berkonsultasi dengan dokter atas penggunaan barang haram itu

Ejon dan Kiky dua tersangka pada saat pelimpahan tahap II di Kejaksaan Negeri Kotim, juga menyangkal jumlah barang bukti yang diamankan dari mereka sebagaimana rilis Polres Kotim sebelumnya yang menyebutkan seberat 6,69 gram.

“Tidak benar berat barbuk seperti apa yang diberitakan 6 gram lebih itu, barbuknya hanya 2,27 gram saja,” Jelas Ejon.

Data yang dihimpun, Kamis, 16 Juli 2020,  Ejon dan Kiky diamankan bersama Erwin pada Minggu, 31 Mei 2020 sekitar pukul 13.30 Wib di Jalan Baamang Tengah I , Kelurahan Bamaang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Dari tangan  Ejon sewaktu diamankan ada 26 paket sabu seberat 2,27 gram dan uang sebesar Rp 1.850.000, sementara itu dari Kiky diamankan sepaket sabu. Juniansyah alias Ejon dan Kiky Muljoyono perkaranya dilimpahkan kepada penuntut umum, sementara itu rekan mereka M Erwin Toha, oknum anggota DPRD Kabupaten Seruyan sepertinya  belakangan.

Saat pelimpahan itu terungkap, sebelum diamankan terdakwa mengaku bukan kali pertama menjual sabu kepada Erwin, bahkan saat orang sedang melaksanakan takbiran Hari Raya Erwin sempat datang kepada keduanya membeli sabu.

“Waktu itu saya baru saja menyerahkan sabu itu kepada Erwin tidak lama datang petugas,” Terang Kiky, saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.

Saat itu diakui Kiky menjual sabu itu atas perintah Ejon, di mana saat itu sabu yang diserahkan kepada politisi partai Nasdem itu seharga Rp 300 ribu/paketnya.

Data yang dihimpun Kamis, 16 Juli 2020, Ejon dan Kiky diamankan pada Minggu, 31 Mei 2020 sekitar pukul 13.30 Wib di Jalan Baamang Tengah 1, Kelurahan Bamaang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim.

Dari Ejon diamankan 26 paket sabu seberat 2,27 gram dan uang sebesar Rp 1.850.000, sementara itu dari Kiky diamankan sepaket sabu. Atas perbuatannya itu keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) dan Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis : Zainal

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed