oleh

Bawaslu Kota Bandar Lampung serahkan Buku: Mengenal Bawaslu Kota Bandar Lampung kepada ketua Bawaslu RI

Bandar Lampung, infobanua.co.id – Bawaslu Kota Bandar Lampung,  Yahnu Wiguno Sanyoto, S.I.P., M.I.P., bersama dengan Candrawansah, S.I.Kom., M.I.P., dan Yusni Ilham, S.Sos.I., M.H., menyampaikan Buku Mengenal Bawaslu Kota Bandar Lampung : Analisis Proses dan Hasil Pengawasan, didampingi Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, S.H.I., M.H kepada Ketua Bawaslu Republik Indonesia, Abhan, S.H., M.H. Buku ini mengupas secara kompilatif hasil pengawasan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 terkait pelaksanaan fungsi pengawasan yaitu, pencegahan, penanganan pelanggaran, dan penyelesaian sengketa.

Buku ini menjadi penting untuk mengisi ruang Pojok Pengawasan Bawaslu Republik Indonesia sehingga dapat dibaca dan dimanfaatkan oleh pengunjung Pojok Pengawasan. Apalagi kita tahu, bahwa beberapa hari terakhir rencana revisi Undang-Undang Pemilu dibatalkan sehingga kompleksitas pelaksanaan Pemilu 2024 harus segera diantisipasi dan diwaspadai agar kejadian dan permasalahan Pemilu 2019 tidak terulang kembali.

Tentu, melalui buku ini sebagai bahannya, kami berharap evaluasi sekaligus proyeksi Pemilu maupun Pilkada yang akan datang menjadi lebih baik dalam rangka memperbaiki kualitas demokrasi, baik di tingkat nasional maupun lokal karena semangat dari Pemilu/Pilkada itu sendiri adalah melahirkan pemimpin rakyat yang humanis, berintegritas, dan legitimate sekalipun didalam prosesnya penuh dengan tantangan dan pergulatan sosial politik yang cukup menguras tenaga, pikiran bahkan dana yang tidak sedikit.

Bawaslu Kota Bandar Lampung dengan segala potensi kelembagaan yang ada dan melekat dengan tugas, wewenang, serta kewajibannya, terus mendorong generasi muda yang ada saat ini untuk mencintai dunia kepengawasan pemilu, sehingga ruh dan ghiroh Pengawas Pemilu tidak kehilangan jati dirinya karena dimakan oleh waktu, tutur Yahnu.

Semoga buku yang telah disusun ini berguna untuk khalayak ramai dan generasi berikutnya dalam pembangunan demokrasi. Kita harus ingat bersama bahwa setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Maka dari itu, perubahan dari generasi ke generasi adalah sebuah keniscayaan dan tidak mungkin dihindarkan, tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed