oleh

Dalam Menghadapi Cuaca Ektrim, BMKG Kab.Blitar Himbau Warganya Untuk Waspada

Blitar, Infobanua.co.id – Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyatakan jika pada bulan April 2021 diramalkan cuaca ekstrim masih melanda di beberapa daerah Jawa Timur, termasuk Kabupaten Blitar.

Maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, memperingatkan kepada warga masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem tersebut.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, mengatakan bahwa, peluang cuaca ekstrim yang dimaksud adalah terjadinya Hujan deras bercampur Angin kencang selama 30 hari di bulan April 2021.

“Cuaca ekstrim Hujan dan Angin kencang biasanya berdampak pada terjadinya Pohon tumbang, Tanah longsor dan Banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik, Selasa 06-04-2021.

Menurut Cholik, bahwa untuk itu pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat untuk berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaannya.

Sebab curah Hujan biasanya terjadi peningkatan secara tiba-tiba. Sehingga warga masyarakat harus waspada bila terjadi bencana tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Karena bencana tidak bisa kita hindari, tapi kita bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa jika kita waspada.

“Seluruh warga masyarakat wajib waspada dengan cuaca ekstrim, karena terkait dengan potensi bencana,” jlentrehnya.

Lebih dalam Cholik menerangkan bahwa, BPBD Kabupaten Blitar memberi perhatian khusus kepada warga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Diantaranya, di wilayah Kecamatan Doko dan Kecamatan Gandusari yang rawan akan bencana tanah longsor. Serta wilayah Kecamatan Sutojayan yang rawan dengan bencana Banjir.

“Demikian juga Hujan angin bagi warga masyarakat yang tinggal di lereng perbukitan, di pinggir Sungai, juga harus waspada, terutama pada saat di wilayah mereka hujan dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama,” paparnya.

Selanjutnya Cholik menerangkan, untuk warga tersebut pihaknya meminta untuk mengungsi sementara ke lokasi yang relatif aman.

“Karena antisipasi ini, penting untuk menghindari dampak korban jiwa dari potensi bencana tanah longsor, pohon tumbang dan banjir,” pungkasnya. (Eko.B). 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed