oleh

Permintaan Tak di Penuhi, OKP Ini Lapor Ke Kapolda

-SULSEL-14 views

Bone, infobanua.co.id – Sungguh ironis yang dialami.dirut PDAM Bone karena salah satu OKP di Bone membuatnya bertanya tanya , OKP tersebut memintainya dana yang terbilang cukup besar bahkan seakan ada unsur paksaan yang diduga berupa ancaman

Menurut Dirut PDAM Bone A. Sofian Galigo OKP datang ke kantornya dengan dugaan dirinya melakukan pemalsuan ijazah / mengurusnya sehingga terbit S1

” OKP ini melaporkan saya di polda karena pernah meminta uang sebesar Rp. 4.700.000, namun saya tidak kasih, saya mau kasih Rp. 400.000 dia tidak mau ambil dan saat itu ada pemeriksaan bertepatan istri saya mau di operasi, besoknya datang meminta ” kata A. Sofian saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (02/8/2021)

Lanjut A. Sofyan, justru oknum OKP ini bilang sama saya, Pinjamkankah..!! , saya kaget apakah seorang Dirut harus pinjam” hanya untuk kepentingan OKP yang tidak tahu diri, memangnya ada simpananmu” dengan nada kesal.

Kasus tersebut berawal adanya sekitar 8 orang di PDAM ijazahnya beliau menyesuaikan karena menurutnya telah dilegalisir oleh kampus tersebut

“Saya berani menyesuaikan ijazah mereka karena sudah dilegalisir, sebelumnya sempat saya pertanyakan di kampus itu apakah asli atau tidak dan menurut pihak kampus asli termasuk saat dtanya dari polda jawabnya asli ” kata A. Sopyan.

Usut punya usut ternyata pengurusan ijazah ini ada pihak ke dua bernama firman , dia menerima uang dari A. Aswar yang merupakan adik Dirut PDAM, bahkan tidak mengenal siapa itu firman bertemupun tidak pernah, begitupun sebaliknya saat firman diperiksa di Polda dirinya tak mengenal Dirut PDAM Bone yang dikenalnya hanya adiknya A. Aswar

A..Aswar ini menyerahkan uang ke pak firman guna pembayaran uang semester sampai akhir ditambah administrasi lalu firman menyerahkannya ke kampus

A. Sofyan menduga ada orang dalam yang selalu memberi informasi kepada oknum OKP itu tetapi justru salah lapor

“Ia ingin melihat saya hancur dengan melaporkan kekapolda terkait pengurusan atau pemalsuan Ijaza tetapi justru salah lapor jelas jelas bukan saya yg mengurusnya hanya karena sakit hati dan sentimen karena permintaannya saya tidak penuhi dan saya sudah bilang semua ke Kapolda saat pemeriksaan” Ujarnya.

Walau sudah 3 kali terperiksa di Polda tetapi dirinya tak gentar karena yang dituduhkan bukan dirinya justru akan melapor balik jika semuanya telah rampung dengan bukti bukti kongrit (A.Ida)

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed