oleh

TKA Asal China Di Tetapkan Sebagai Tersangka Dalam Kasus Kecelakaan Kerja Di PT. MPP

Kuala Kapuas, infobanua.co.id – Sebagaimana di beritakan media ini beberapa waktu lalu tentang kecelakaan kerja di PT. Mineral Palangkaraya Prima (MPP) yang saat itu mengakibatkan satu orang pekerja lokal asal desa Lahei, inisial AA (20) meninggal dan 3 orang tenaga kerja asing asal China yang masing-masing YH, FQ dan CB mengalami luka-luka dan informasi terakhir bahwa salah satu yang mengalami luka-luka akhirnya juga meninggal dunia sehingga korban meninggal dunia menjadi 2 orang.

Sebelumnya juga di sebut bahwa berdasarkan data di dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, baik perusahaan PT. MPP maupun TKA nya tidak termasuk dalam 23 TKA dari 8 perusahaan yang terdapat dalam daftar data dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas.

Bahkan Camat Mantangai Yubderi memberi perhatian serius atas kejadian kecelakaan kerja tersebut sampai-sampai Ia melakukan peninjauan langsung ke tempat kejadian meski saat itu di hari libur kerja. Kepada infobanua.co.id – Yubderi kala itu mengaku merasa kecolongan karena tidak mengetahui keberadaan PT. MPP dan kegiatan tambangnya.

Atas kejadian tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan dan berdasarkan keterangan saksi-saksi serta barang bukti, Polres Kapuas Jajaran Polda Kalimantan Tengah akhirnya menetapkan Tenaga Kerja Asing asal China dengan inisial CB sebagai tersangka dengan sangkaan “Karena kesalahannya menyebabkan orang lain mati dan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan, jabatan atau pencaharian selama waktu tertentu”

Pelaku CB sebagai penanggung jawab sekaligus pengawas pekerjaan pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian pasir silica tanpa memiliki rencana anggaran biaya dan konsultan konstruksi serta gambar konstruksi bangunan untuk mengetahui jenis bahan bangunan yang akan digunakan, volume dan kualitas baik batas maximum penampungan corong yang ada di tower sehingga pada saat di ujicoba peralatan atas perintah pelaku CB. Tower yang tidak mampu menahan volume corong sebagai penampung pasir yang akan di alirkan ke filter pemurnian ambruk dan mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka yang salah satunya pelaku CB.

Demikian di sampaikan Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, S.I.K, M.Si pada pers release di Aula Tingang Menteng Panunjung Tarung Polres Kapuas Senin 02/08/21.

Di dampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim, lebih lanjut Kapolres Kapuas Manang Soebeti mengatakan, “atas peran dan perbuatannya pada kasus tersebut, pelaku CB dikenakan pasal 359 KUHP dan pasal 360 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara.

” Saat ini belum kita lakukan penahan terhadap pelaku CB karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan di salah satu Rumah Sakit di Kota Palangkaraya. “Pungkas Kapolres”

[Nasution]