oleh

Pengoperasian RSL Kota Blitar Masih Menunggu Oksigen dan Obat-obatan

Blitar, Infobanua.co.id – Untuk mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan (RSL) bagi pasien Corona Virus Disease-2019 (covid-19) di Gedung Olah Raga (GOR) Soekarno-Hatta, jalan Kalimantan, Kota Blitar, masih menyiapkan beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr.Ramiadji Sp.B, mengatakan, masih banyak faktor yang harus disiapkan untuk pengoperasian Rumah Sakit Lapangan di GOR Soekarno-Hatta.

Terutama terkait tentang fasilitas kesehatan (faskes) harus benar-benar siap sebelum mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan tersebut.

“Masih banyak faktor untuk mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan. Utamanya kebutuhan oksigen dan obat-obatan harus ada jaminan barang atau stoknya,” kata Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr.Ramiadji Sp.B, Rabu 04-08-2021.

Menurut Ramiadji, sampai saat ini pasokan oksigen di RSUD Mardi Waluyo masih belum lancar.

Sehingga RSUD Mardi Waluyo, harus menerapkan sistem pelayanan buka tutup di IGD untuk mengantisipasi keterbatasan stok oksigen.

“Sampai sekarang pasokan oksigen masih belum lancar,” jlentrehnya.

Masih menurut Ramiadji, juga tidak kalah pentingnya tentang kebutuhan tenaga kesehatan untuk pengoperasian Rumah Sakit Lapangan juga harus siap.

Sesuai dengan hitungan, jumlah tenaga kesehatan yang ada memang cukup untuk pengoperasian Rumah Sakit Lapangan.

Tetapi, kondisi di lapangan bisa berubah karena banyak tenaga kesehatan yang terpapar covid-19 dan harus menjalani isolasi.

“Sudah kami hitung tenaga kesehatan sudah cukup, tapi begitu ada yang isolasi, jumlahnya berkurang lagi,” terangnya.

Lebih dalam Ramiadji menuturkan, pihaknya tetap perlu rekrutmen relawan tenaga kesehatan untuk persiapan pengoperasian Rumah Sakut Lapangan.

“Kami sudah membuka rekrutmen relawan tenaga kesehatan, tapi jumlah yang daftar masih kurang,” ungkapnya.

Ramiadji menambahkan, dengan mempertimbangkan beberapa faktor tersebut, pihaknya belum berani mengoperasikan Rumah Sakit Lapangan, biar untuk sementara tetap memaksimalkan pelayanan di RSUD Mardi Waluyo saja.

Dan pihaknya juga sudah menambah kapasitas ruang isolasi di RSUD Mardi Waluyo menjadi 230 tempat tidur.

“Kami maksimalkan pelayanan di RSUD MardivWaluyo dahulu. Sedabg Rumah Sakit Lapangan menjadi alternatif terakhir jika ada lonjakan kasus luar biasa. Tapi kami tetap menyiapkan fasilitas di Rumah Sakut Lapangan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini Pemkot Blitar sedang membuat ruang perawatan pasien covid-19 untuk Rumah Sakit Lapangan di GOR Soekarno-Hatta, jalan Kalimantan, Kota Blitar.

Pembuatan ruang perawatan pasien Rumah Sakit Lapangan ditargetkan selesai dalam waktu sepekan.

Sedang pembuatan ruang perawatan pasien Rumah Sakit Lapangan dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar. (Eko.B) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed