oleh

Melalui CSR PT BIB, Founder Startup Borneo Ajak UMKM Go Digital

BATULICIN, infobanua.co.id – Seminar keahlian video promosi produk UMKM yang diselenggarakan CSR PT BIB, mendapat respon positif dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Tanah Bumbu.

“UMKM dituntut harus siap masuk di era serba digital. Karena itu pelatihan semacam ini sangat penting bagi pelaku-pelaku UMKM sebagai bekal berkompetisi di pasar digital,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pengaduan Dinas PMPTSP, Riza Akhyari, saat meninjau pelatihan di UMKM Center Kecamatan Angsana, Ahad (12/9).
Fase transformasi untuk menuju industri 4.0, sambung Riza, diperlukan kapasitas, kapabilitas, value dan benefit. Bagi pelaku UMKM, hal tersebut bisa jadi sesuatu yang asing. Karena itu pendampingan menuju fase ini, sangat diperlukan.

“Kami berharap, CSR PT BIB bisa mengembangkan skala pelatihannya. Sehingga UMKM lain yang yang memiliki potensi berkembang di Tanah Bumbu juga berkesempatan mengikuti pelatihan semacam ini,” tandasnya di hadapan puluhan peserta pelatihan.

Riza yang juga merupakan founder Starup Borneo menjelaskan, undang undang cipta kerja membuka peluang luas bagi UMKM untuk bisa bertumbuh. Terlebih undang-undang tersebut menyederhanakan ijin usaha, yang selama ini banyak dikeluhkan oleh pengusaha kecil. Undang-undang ini juga mintegrasi data pelaku usaha menjadi satu data UMKM.

“Kegiatan inkubasi bisnis melalui program edukasi, serta program kemitraan usaha antara UMKM dan usaha besar, menjadi salah satu poin penting yang menguntungkan pelaku UMKM. Pemerintah harus memasilitasi program inkubasi ini,” jelasnya.

Untuk percepatan implementasi kebijakan pemerintah tersebut,  Bidang Pengendalian dan Pengaduan PMPTSP membuat sebuah inovasi program yang diberi nama Jalin Ceritra. Program ini diharapkan dapat menjalankan amanat undang undang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor usaha di kabupaten Tanah Bumbu.

“Kawan kawan pelaku usaha UMKM dapat berkembang menjadi pelaku usaha besar dengan cara kolaborasi dan kemitraan dengan industri atau perusahaan besar,”  harapannya.

Pada pelatihan hari kedua, dipandu intruktur dari Komunitas Pegiat Gambar (Kopi Ambar),  seluruh peserta langsung membuat akun di platform youtube. Peserta juga dibimbing untuk mengunggah video hasil pelatihan ke channel masing-masing.

“Kami sangat senang karena usai pelatihan kami sudah memiliki channel sendiri dan dapat mengoperasikannya. Ke depan kami tinggal mengelola channel ini untuk kebutuhan promosi produk kami, berbekal pengetahuan yang diperoleh di pelatihan ini,” ujar Fatur, salah satu peserta yang mengaku beruntung berkesempatan mengikuti pelatihan ini.

Senior Manager (SM) CSR PT BIB, Dindin Mukinudin, mengatakan, jika pihaknya akan terus berupaya memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk dapat mengoptimalkan pemasaran produk di platform digital.  Pelatihan lanjutan ujarnya sedang dirancang. Pada pelatihan lanjutan nantinya, muatan materi pelatihan berada pada level yang lebih tinggi.

“Ke depan pelatihan lanjutan yang levelnya lebih tinggi akan dilaksanakan. Kami merancang pelatihan ini hingga tiga level. Jika saat ini berbasis hanphone nantinya kami juga akan membuat pelatihan pada level video professional,” ujarnya.

News Feed