oleh

Mengapa PTM SDN Sananwetan 03, Kota Blitar, Sementara Harus Dihentikan.

Blitar, Infobanua.co.id – Baru empat hari melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), SD Negeri Sananwetan 03, Kota Blitar, sekarang sudah harus dihentikan lagi untuk sementara waktu.

Pasalnya, terdapat satu Guru diketahui terpapar positif Corona Virus Disease-2019 (covid-19) pada saat menjalani test swab untuk persyaratan mengikuti ujian kompetensi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar, melalui Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat, mengatakan, hasil swab salah satu peserta test P3K yang merupakan Guru di SD Negeri, Sananwetan 03, Kota Blitar, hasilnya dinyatakan positif covid-19.

“Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Pembelajaran Tatap Muka satuan pendidikan dilaksanakan sterilisasi dan pembelajaran dilakukan secara online atau daring,” kata Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Didit Rahman Hidayat, Kamis 16 September 2021.

Sementara Kepala SD Negeri Sananwetan 03, Bakti Nugraharini, mengatakan, proses pembelajaran para anak didik kembali pada sistem daring atau online mulai Jum’at 17 September 2021.

“Hari ini masih masuk, mulai besok para anak didik kembali belajar secara online atau daring,” kata Kepala SD Negeri Sananwetan 03, Bakti Nugraharini.

Menurut Bakti, sesuai SOP Pembelajaran Tatap Muka, jika ada tenaga pendidik yang dinyatakan positif covid-19, maka proses belajar mengajar kembali dengan sistem online atau daring.

“Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka dihentikan sementara sampai Minggu 19 September 2021 untuk sterilisasi. Dan rencananya, Senin 20 September 2021 pekan depan sudah masuk kembali,” jlentrehnya.

Masih menurut Bakti, para guru dan tenaga pendidik di SD Negeri Sananwetan 03, juga sudah dilakukan tracing dan testing setelah ada satu gurunya dinyatakan positif covid-19.

Sedangkan hasil testing dari para guru dan tenaga lainnya semua dinyatakan negatif.

“Sudah sejak kemarin dilakukan testing, hasilnya sudah keluar dan semua dinyatakan negatif. Jumlah yang ikut test PCR ada 22 orang baik guru maupun tenaga lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, para anak didik mulai dari TK, SD, sampai SMP di Kota Blitar, telah mulai menerapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas pada Senin 13 September 2021.

Pembelajaran Tatap Muka Terbatas tetap dengan menerapkan protokol kesehatan secara benar dan ketat.

Sedang kuota peserta Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, dibatasi maksimal 50 porsen dari kapasitas ruang kelas dan durasi belajar sekitar dua jam. (Eko.B). 

News Feed