oleh

Syaifullah Tamliha Meminta Penyelesain Segera ZEE di LCS Antara Indonesia dan Vietnam

Jakarta – Anggota Komisi I DPRRI Syaifullah Tamliha saat Rapat Dengar Pendapat antara Komisi I dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas),meminta segera menyelesaikan persoalan perbatasan Zona Ekonomi Eklusif (ZEE),terutama di perairan Laut China Selatan (LCS) antara Indonesia dan Vietnam ,yang hingga sekarang masih belum selesai.

Telah beberapa kali di lakukan perundingan untuk menyelsaikan batas ZEE antara Indonesia dan Vietnam,”Seingat saya sudah 13 kali perundingan sampai sekarang belum selasai,”tegas Tamliha saat RDP di ruang Komisi I DPR Jakarta,Senin (20/9/2021).

Karena persoalan ZEE yang masih belum selesai berdampak pada masuknya kapal nelayan China ke wilayah perairan ZEE Indomesia yang juga di klaim sebagai wilayah perairan mereka.

“Yang jadi masalah itu bukan pertahanan kedaulatan Negara kita,dengan Vietnam,tetapi ZEE yang Vietnam juga mengklaim itu bagian dari wilayahnya,”kata Politisi Partai Persatuan Pembangunan tersebut.

Seperti di ketahui kerapkali kapal nelayan china masuk perairan Indonesia di kawal oleh Coast Guard (Penjaga Pantai) mengawal kapal nelayannya.

Menurut Tamliha Bakamla tidak akan cukup menghadapinya,Bagaimana menghadapi Coast Guard bertempur dengan kapal perang pengawal nelayan China itu,saya yakin Bakamla tidak akan cukup”.

Oleh karena itu menurut saya perlu di tuntaskan masalah Zona Ekonomi Eklusif itu dengan Vietnam,Pungkas Legislator asal Daerah Pemilihan Provinsi Kalimantan Selatan I tersebut.

indra

News Feed