oleh

Temuan Struktur Batu Bata Diareal Persawahan Kota Blitar, Indikasi Pemukiman Pada Zaman Dulu

Blitar, Infobanua.co.id – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) yang mengadakan survey sejak lima hari yang lalu, di areal persawahan Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, menyatakan jika ada indikasi situs hunian atau pemukiman pada temuan struktur batu bata kuno tersebut dan berpotensi untuk dilakukan penelitian dan ekskavasi penyelamatan.

Arkeolog BPCB Jatim, Nonuk Kristiana, mengatakan, jika pihaknya menganggap selama ini belum pernah ada temuan situs hunian atau pemukiman pada masa lalu di wilayah Blitar Raya.

“Potensi untuk dilakukan penelitian dan ekskavasi penyelamatan cukup besar. Sebab dari pengalaman yang kami baca dan ekskavasi temuan di wilayah Blitar Raya lebih banyak untuk kepentingan sakral. Obyeknya bersifat untuk kesakralan, tapi kalau yang bersifat hunian atau pemukiman belum ada,” kata Arkeolog BPCB Jatim, Nonuk Kristiana, Jum’at 24 September 2021.

Menurut Nonuk, dari hasil survey penyelamatan selama lima hari, BPCB Jatim akan melakukan analisis, interprestasi awal dan selanjutnya rekomendasi.

Dengan data temuan struktur batu bata dan temuan lepas dari bahan tanah liat berupa fragmen gerabah, BPCB Jatim mengindikasi jika lokasi tersebut merupakan situs hunian atau pemukiman.

“Karena ini peninggalan masa lalu yang sangat potensial untuk dilakukan penelitian dan ekskavasi penyelamatan,” jlentrehnya.

Lebih dalam Nonuk menuturkan, di wilayah Blitar Raya belum ada peninggalan masa lalu yang cukup kuat disebut situs hunian atau pemukiman.

Sebab di Kompleks Candi Penataran di Kabupaten Blitar, memang ada hunian masa lalu, tapi lebih berfungsi sebagai wanasrama atau tempat pertapaan.

“Sepanjang yang kami jumpai, di wilayah Blitar Raya, belum ada temuan yang cukup kuat disebut situs hunian. Sedang hunian yang ada di kompleks Candi Penataran, ada wanasrama, tempat guru dan murid maupun penjaga candi,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, mengatakan masih menunggu rekomendasi dari BPCB Jatim terkait kelanjutan penanganan benda yang diduga cagar budaya di persawahan Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Hasil rekomendasi dari BPCB Jatim akan disampaikan ke Wali Kota dan Dinas Pariwisata Jawa Timur.

Saat ini pihaknya baru menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 juta, untuk pengganti tanaman warga yang rusak akibat pelaksanaan survei ekskavasi.

“Hasil rekomendasi akan kami sampaikan ke pimpinan. Kalau anggaran di Perubahan APBD 2021 masih cukup, kami ingin segera ada ekskavasi lanjutan untuk melihat potensi cagar budaya di lokasi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa Tim BPCB Jatim telah selesai melakukan survey penyelamatan temuan struktur batu bata kuno di persawahan Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, pada Jum’at 24 September 2021.

Hasil survey penyelamatan, Tim BPCB Jatim menemukan struktur batu bata kuno mengarah dari barat ke timur dan utara ke selatan yang diduga bangunan pagar di lokasi.

Tim BPCB Jatim juga menemukan benda lepas berupa pecahan gerabah, keramik, dan gaco atau alat permainan anak-anak engklek atau petak umpet di lokasi.

Berdasarkan data arkeologis yang ditemukan, BPCB Jatim mengindikasi di lokasi merupakan situs hunian atau pemukiman. (Eko.B). 

News Feed