oleh

Rektor ISB, Covid Dalam Masa Karantina

 

Bengkayang, infobanua.co.id

Rektor Institut Shanti Bhuana (ISB) Bengkayang Kalimantan Barat Marianus Dinata Alnija S.S.,M.Hum mengklarifikasi adanya informasi bahwa penularan Covid-19 terjadi saat proses perkuliahan tatap muka.

“Yang benar adalah adanya indikasi Covid -19 ketika Mahasiswa sedang dalam masa karantina,” ungkap Rektor ISB, Marianus Dinata Alnija, SS,.M.Hum, Selasa (14/9/2021).

Lebih lanjut, Rektor menjelaskan bahwa pada saat munculnya indikasi kasus Covid-19 ISB perkuliahan sama sekali belum dilaksanakan.

“Baik yang di Asrama maupun Mahasiswa yang tinggal di rumah semuanya masih dalam masa persiapan perkuliahan,” ujarnya.

Beberapa mahasiswa yang memilih tinggal di Asrama baru masuk ke Asrama pada tanggal 14 dan 15 Agustus. Aturan pembagian 2 gelombang masuk Asrama pertimbangan pihak Kampus adalah untuk menjaga protokol kesehatan.

“Karena saat mereka masuk pihak kampus mewajibkan kepada semua Mahasiswa untuk menjalankan tes Swab Antigen dan tes tersebut diadakan di Kampus. Pada saat itu hasil tes dari semua Mahasiswa yang tinggal di Asrama Non Reaktif,”demikian lanjut Rektor.

Ia juga menjelaskan, kendati sudah menjalankan tes Swab Antigen, pihak Kampus tetap mewajibkan semua mahasiswa untuk menjalankan masa karantina di Asrama dengan mengikuti SOP Prokes di masa Pandemi yang sudah menjadi bagian dari aturan Asrama.

“Saat masa karantina inilah ada beberapa Mahasiswa yang mengalami gejala-gejala seperti, demam dan flu. Maka pada tanggal 21 Agustus saat Mahasiswa masih dalam proses karantina pihak Asrama bekerjasama dengan Puskesma Kabupaten Bengkayang mengambil tindakan dengan melakukan tes Swab Antigen dan PCR. Dari hasil tes inilah maka ditemukan ada 1 orang Mahasiswa yang dinyatakan reaktif” ungkap Rektor.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan “Rentang waktu dari tanggal 15 ke tgl 21, sekitar 6 hari dan mereka masi dalam masa Karantina,”tegas Rektor.

Dari hasil tes pada tanggal 21 Agustus terindikasi ada 1 orang Mahasiswa Asrama ISB yang dinyatakan reaktif, dan langkah cepat yang diambil pihak ISB bersama Puskesmas Bengkayang adalah melakukan proses isolasi mandiri terhadap mahasiswa tersebut dengan penanganan khusus dari pihak ISB dan pihak Puskesma Bengkayang.

Selain itu untuk mengantisipasi penyebaran yang makin meluas pihak ISB kemudian mengambil langkah cepat dengan melakukan penelusuran ke semua Mahasiswa yang sempat berkontak langsung dengan mahasiswa yang terkonfirmasi, dan meminta mereka untuk melakukan tes PCR.

“Maka pada tanggal 25 Agustus dilaksanakan tes Swab dan PCR yang kedua, kemudian dilanjutkan pada tanggal 27, 30, dan 1 September,” papar dia.

Dari hasil tes pada tanggal-tanggal tersebut di atas semua Mahasiswa yang dinyatakan Negatif diperkenankan untuk kembali ke rumah masing-masing, sementara yang terkonfirmasi positif tetap melaksanakan masa isolasi dan perawatan di gedung khusus yang disediakan oleh pihak ISB. (jon)

News Feed