oleh

Jelang PTM, Pihak SMAN4 Banjarbaru Adakan Vaksinasi Kepada Siswa-Siswinya

Banjarbaru, infobanua.co.id – Proses pembelajaran tatap muka (PTM) yang seharusnya di mulai pada Juli 2021 lalu. Harus ditunda lagi dikarenakan faktor PPKM yang turun naik tidak menentu.

Dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan keluarga adalah prioritas utama.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah SMAN4 Banjarbaru, Drs. Sumini. S.Pd, kepada infobanua ditempat. Rabu (6/10).

Untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, para pengajar dan peserta didik harus sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Dengan begitu, aktivitas pembelajaran dapat berjalan lebih maksimal.

Untuk melengkapi hal tersebut Kepala Sekolah SMAN4 Banjarbaru akan menyiapkan vaksinasi serentak kepada siswa-siswinya di minggu-minggu mendatang ini.

Kepala Sekolah SMAN4 Banjarbaru, Drs. Sumini S.Pd. Menyampaikan, “Pihaknya sudah berkordinasi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru, untuk segera memberi fasilitas vaksinasi untuk kesiapan pembelajaran tatap muka,” ungkapnya

Akan tetapi, pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan oleh SMAN4 Banjarbaru, hanya maksimal dengan jumlah 18 siswa/siswi.

Selain itu, belajar tatap muka juga harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat meskipun pengajar dan peserta didik sudah di vaksin.

“Namun dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka pihak kami sendiri harus siap dalam menerapkan protokol kesehatan seperti 5M dan bukan lagi 3M. Yaitu dengan memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, Membatasi mobilisasi dan interaksi. Serta aksi 3T (testing, tracing, treatment) yakni dengan melakukan pengujian, pelacakan dan tindakan pengobatan kepada masyarakat yang terpapar virus Covid-19,” cetusnya

Oleh karena itu, kegiatan ekstrakurikuler harus ditiadakan dan kantin sekolah juga wajib ditutup. Siswa juga diharuskan untuk segera pulang ke rumah jika sudah selesai belajar.

Agar tidak membludak juga pihaknya mencoba dengan sistem rotasi bukan cuma PTM. Sistem rotasi tersebut dapat dilakukan oleh pihak sekolah setiap satu minggu sekali. “Jadi, setiap siswa berkesempatan untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar di sekolah. Selain itu aktivitas jam pelajaran pun juga dikurangi, orangtua pun akan diminta untuk mengantar-jemput anaknya ke sekolah serta membawa bekal makanan dan minuman dari rumah,” bebernya

Selain itu mendapatkan izin dari Satgas (Satuan Tugas), adalah hal penting untuk menerapkan pelajaran tatap muka disekolah, dan juga harus mendapatkan izin dari persetujuan orang tua dan murid.

Nantinya pihak satuan pendidikan akan diminta untuk memberikan formulir pernyataan kesehatan dan kesediaan melaksanakan PTM dari tenaga didik, siswa dan orangtua siswa.

Jika proses tersebut sudah disepakati, pembelajaran tatap muka baru dapat dilaksanakan oleh satuan pendidikan.

Pihaknya pun juga harus mengetahui riwayat risiko Covid-19 atau riwayat kontak dengan orang yang terpapar Covid-19 dari siswa dan pengajar.

feb

News Feed