oleh

90 Persen Anggota DPRD Kalsel Setuju Aberani Sulaiman jadi Nama Jembatan Alalak

Banjarmasin – Adanya usulan nama Jembatan Sungai Alalak yang menghubungkan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala serta Trans Kalimantan menjadi nama Jembatan Aberani Sulaiman direspon cepat DPRD Kalsel.

Seperti yang diberitakan baritopost.co.id, pengusulan nama-nama tokoh Banua untuk nama Jembatan Alalak akhirnya dibahas oleh DPRD Kalsel bersama eksekutif di Aula Ismail Abdullah Lantai IV Gedung DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu (13/10/2021).

“Lima nama tokoh yang diusulkan, yakni Aberani Sulaiman, Ir HM Said, Zaini Azhar Maulani, HA Sulaiman HB dan Brigjen H Hasan Basri,” sebut Ketua DPRD Kalsel Supian HK kepada wartawan usai rapat kerja pembahasan rencana awal RPJMD Kalsel 2021-2026.

Supian HK menambahkan nama-nama tokoh Banua yang telah diusulkan tersebut nantinya akan dikirim ke pihak eksekutif yang akan menentukan, namun bila eksekutif menyerahkan usulan nama itu kembali ke DPRD Kalsel.

“Maka kita akan menentukan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kalsel Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Kepurbakalaan, Kesejarahan, Nilai Tradisional dan Permuseuman. Kita bisa mengusulkan satu nama sesuai dengan Perda tersebut,” ujarnya.

Politisi Golkar ini mengatakan dalam waktu dekat lima nama usulan tersebut akan mengerucut menjadi satu orang yang nantinya akan dibuatkan badan hukum secara sah. “90 persen anggota dewan berpendapat memunculkan nama Abrani Sulaiman mantan Gubernur Kalsel menjadi nama jembatan Alalak,” ucapnya.

Lanjutnya meski banyak berpendapat nama Abrani Sulaiman yang cocok sebagai nama resmi jembatan Sungai Alalak, namun itu belum bisa dipastikan, karena masih menunggu keputusan bersama. “Insyaallah saat diresmikan Presiden Jokowi, jembatan tersebut sudah mempunyai nama,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, lima nama tokoh Banua yang diusulkan tersebut masing-masing memiliki jasa terhadap Banau. Aberani Sulaiman (3 Agustus 1925-4 Desember 2001) adalah mantan Gubernur Kalsel ketiga, yang menjabat tahun 1963-1968 dan juga Ketua Panitia Persiapan Proklamasi Kalimantan 17 Mei 1949.

Zaini Azhar Maulani adalah tokoh militer Indonesia dan Kepala Badan Intelijen Negara pada Kabinet Reformasi Pembangunan (September 1998-20 November 1999) dan termasuk salah satu pencetus berdirinya Perkumpulan Alumni Pelajar Islam Indonesia dimana beliau menjadi Ketua Umum Pertama Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII).

Kemudian Brigjen H Hasan Basri seorang tokoh militer yang berjasa dalam kemerdekaan Indonesia, terutama di Kalsel dan beliau merupakan pendiri Batalyon ALRI Divisi IV di Kalsel.

HA Sulaiman HB adalah seorang tokoh politik dan pendidikan yang pernah menjabat Ketua DPD Partai Golkar Kalsel selama tiga periode dan dikenal banyak kegiatan sosial yang melatar belakangi kepemimpinannya dan terakhir Ir H Muhammad Said mantan Gubernur Kalsel salah satu tokoh yang sangat membanggakan bagi warga dan juga pemimpin masyarakat Kalsel pada zamannya. Rel/baritopost

News Feed