oleh

“Pembangunan Smelter PT. Freeport di Gresik, Di tolak Pemuda Jawa Timur”

infobanua.co.id – PT Freeport Indonesia mengagendakan pembangunan pabrik purifikasi dan pengolahan mineral (smelter) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Menyoal hal tersebut, DPD GEMA MA Gresik menolak rencana pembangunan smelter, sebab geopolitik pulau Jawa daerah padat penduduk, akibatnya daya rusak yang dapat disebabkan lebih terasa oleh masyarakat.

“Seperti yang kita sudah ketahui jika Freeport dalam waktu dekat membangun smelter di Gresik. Rusaknya lingkungan tentu akan dirasakan masyarakat disana,” kata Fahrur Rizal, Ketua DPD GEMA MA Gresik.

Rijal mengingatkan mengenai catatan kebocoran perusahaan smelting yang pernah terjadi di Gresik, yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dari warga sekitar.

“Ditambah soal pembuangan tailing atau limbah yang tentu merugikan nelayan yang ada di selat Madura, itu akan mencemari laut wilayah kerja nelayan,” singgungnya

Industri tambang selama ini telah mendikte negara mulai dari hulu sampai hilir. Model pengurusan pertambangan dengan sistem keruk cepat dan jual murah sejak orde baru, terbukti mengekselerasi eksploitasi bahan tambang dan merusak ruang hidup warga. Tindakan ini kata Rijal, akan mengulang cerita lama satu dekade lalu, saat pebisnis pertambangan berhasil mendikte Indonesia untuk membuka hampir satu juta hektar hutan lindungnya menjadi kawasan tambang.

“Kita harus melihat secara utuh krisis sosial-ekologi mulai hulu sampai hilir. Mimpi saja menyejahterakan rakyat, nyatanya negara yang mensubsidi pebisnis tambang,” lanjutnya.

Pemerintah lanjut Rijal, saat ini mendorong pembukaan smelter di sektor hilir sebagai penerapan Master Plan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI), yang berencana membangun lebih dari 150 smelter di seluruh Indonesia.

“Nyatanya pemerintah telah menjadikan Indonesia sebagai kacung bagi negara-negara industri, dengan menyediakan bahan mentah dan pasar raksasa bagi produk negara maju,” tukasnya.
Dikutip dari Tempo, Peneliti Alpha Research Database, Ferdy Hasiman, pembangunan smelter baru PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik hanya akan menguntungkan pebisnis-pebisnis besar.

Perusahaan-perusahaan yang terlibat rangkaian bisnis smelter terindikasi dekat pejabat negara. Salah satu menteri Presiden Joko Widodo alias Jokowi, sebut Ferdy, juga indikasi terafiliasi dengan salah satu entitas.

Di lain sisi, efek dibangunnya smelter Gresik hanya dirasakan di Pulau Jawa. Papua sebagai daerah hulu komoditas disebut-sebut tidak terhitung banyak menerima dampak ekonomi dari industri pengolahan di Jawa Timur tersebut.

Pertanyaanya, mengapa pembangunan smelter todak di Papua atau kemarin sempat diwacanakan di Halmahera bermitra dengan Cina?

Presiden Jokowi meresmikan peletakan batu pertama pembangunan smelter Freeport di Gresik, Jawa Timur, Selasa, 12 Oktober 2021. Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang turut mendampingi Jokowi dalam kesempatan itu, menyampaikan bahwa investasi dalam proyek tersebut adalah sebesar Rp 42 triliun.

Selama pwnggarapan proyek smelter ini diperkirakan menyerap 40 ribu tenaga kerja. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menitip pesan kalau bisa mayoritas pekerjanya dari Jawa Timur, sehingga kepastian pembukaan tenaga kerja juga terjadi.