oleh

Pakai Cincin Dari Laker Berujung ke Rumah Sakit

Blitar, Infobanua.co.id – Gegara memakai cicin yang tidak pas selama sepekan, mengakibatkan jarinya membengkak dan nyaris membusuk.

Hal tersebut dialami oleh kakek Basori (61) warga jalan Mahakam, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Blitar, Dicky Ariyanto mengatakan, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Blitar, ikut membantu proses pelepasan cincin di jari Kakek Basori, warga Jalan Mahakam, Kelurahan Tanjungsari, Kota Blitar, karena cincin yang dipakai Basori sejak dua pekan lalu tidak bisa dilepas, hingga menyebabkan jarinya terluka, membengkak dan nyaris membusuk.

“Cincin itu terbuat dari laker sehingga sulit dilepas karena keras,” kata Kepala UPT Damkar Kota Blitar, Dicky Ariyanto, Selasa 19-10-2021.

Menurut Dicky, akhirnya keluarga Basori memutuskan untuk meminta bantuan Damkar guna melepaskan cincin tersebut.

Petugas yang datang ke lokasi mencoba melepaskan cincin dengan menggunakan alat gerinda.

Namun hanya bagian bawah dan atas saja yang terbelah, sedangkan bagian tengah masih belum apat dilepas.

“Butuh waktu tiga jam untuk membelah cincin bagian atas dan bawah di jari korban, sedangkan untuk melepas cincin di bagian tengah, petugas menyarankan agar Basori melakukan pemeriksaan di rumah sakit untuk membantu melepaskan cincinnya,” jlentrehnya.

Lebih dalam Dicky menuturkan, karena untuk melepaskan cincin bagian tengah, jari korban harus dibius terlebih dahulu, supaya tidak kesakitan.

Basori menolak untuk memeriksa kan jarinya ke Puskesmas atau rumah sakit.

“Akhirnya kami minta bantuan Polsek Sukorejo, Kota Blitar, untuk membujuk Basori agar mau mendapatkan penanganan medis, dengan difasilitasi tenaga kesehatan supaya luka di jarinya bisa sembuh dan cincin yang menempel dapat dilepas,”.pungkasnya. (Eko.B).

News Feed