oleh

11 Ribu Warga Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang Menerima Vaksin Dosis Tahap 2 Program BIN

Binjai, infobanua.co.id – Tindak lanjut dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 oleh Badan Intelijen Negara (BIN) bagi 11 Ribu Orang Warga Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang yang dilaksanakan sekitar 28 hari yang lalu, dituntaskan hari ini, Kamis (21/10/2021).

Kepala BIN Daerah Sumut, Brigjen TNI Asep Jauhari Puja Laksana menyatakan, bahwa mayoritas atau 7000 dari 11 Ribu Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Tahap 2 tersebut adalah para Pelajar SMA Sederajat, dan Santri.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan di sejumlah titik di Kota Binjai dan Kabupaten Deli Serdang. Untuk 3500 Orang Pelajar, yang pelaksanaannya dipusatkan di MAN 1 Binjai, kemudian untuk warga dilaksanakan di 2 Lokasi, yakni Kantor Lurah Kebun Lada, dan Pustu Jati Karya,” tutur Brigjen Asep saat meninjau pelaksanaan Vaksinasi di MAN 1 Binjai.

Dijelaskannya juga bahwa untuk Vaksin Dosis Tahap 2, para Santri, Santriwati, dan Masyarakat Kabupaten Deli Serdang, dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arafah Raya, Desa Lau Bakery, dengan sasaran 3500 Orang Peserta.

“Kegiatan ini adalah bentuk tanggungjawab kami selaku penyelenggara Vaksin, yang wajib menyediakan Dosis Vaksin Tahap Kedua di lokasi yang sama, supaya masyarakat tidak bingung,” jelas Perwira Tinggi TNI AD ini.

Amatan media, Ribuan Pelajar antri memasuki pekarangan MAN 1 Binjai, di Jalan Pekanbaru, sejak pukul 7.30 WIB. Kedatangan para Peserta yang berasal dari sejumlah sekolah sudah diatur bergelombang, sehingga tidak menimbulkan kerumunan.

Adapun Siswa dan Siswi yang menerima suntikan Dosis Tahap 2 Vaksin Covid-19 di sekolah ini berasal dari MAN Binjai sendiri, kemudian MAS Nurul Furqon, MAS Aisyiyah, MAS Al Ishlahiyah, MAS Al Washliyah. Selanjutnya dari SMAN 2 Binjai, SMAN 1 Binjai, SMKS Putra Anda,
SMAN 7 Binjai, dan SMKN 1 Binjai.

“Kita patut bersyukur bahwa sejak gencarnya program pelaksanaan Vaksinasi, kini kita sudah jarang menerima berita duka akilbat Covid-19, dan pelan-pelan ekonomi masyarakat pun sudah mulai bertumbuh. Hoax soal Vaksinasi pun sudah sangat jauh berkurang, bahkan kami terima informasi, bahwa 180 Orangtua Siswa yang pada Dosis Tahap 1 yang lalu tidak mengijinkan anaknya divaksin, kini sudah meminta agar disuntik Vaksin Dosis Tahap 1. Ini tentu sesuatu yang sangat kita syukuri,” pungkasnya.

(William/Red)

News Feed